Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ini Penyebab Komponen Jet Tempur Canggih Buatan AS F-35 Jatuh ke Tangan China
Advertisement . Scroll to see content

Laporan Kongres AS Sebut Kemungkinan Terjadi Genosida Muslim Uighur di Xinjiang 

Jumat, 15 Januari 2021 - 07:03:00 WIB
Laporan Kongres AS Sebut Kemungkinan Terjadi Genosida Muslim Uighur di Xinjiang 
Laporan komisi Kongres AS sebut ada kemungkinan genosida terhadap muslim Uighur oleh China (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, di masa akhir jabatannya sebelum pelantikan Joe Biden, mempertimbangkan langkah baru untuk menekan China soal Uighur. Namun karena gejolak di Washington DC, para pejabat departemen luar negeri mengatakan tampaknya tak ada pengumuman yang akan disampaikan.

Semasa pemerintahan Donald Trump, hubungan AS dan China jatuh ke level terendah terkait isu HAM, pandemi virus corona, perdagangan, dan spionase.

Para ahli mengatakan, keputusan AS menyebut terjadi genosida terhadap muslim Uighur akan sangat memalukan bagi China selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

China telah lama dikecam terkait pendirian kamp untuk menampung jutaan muslim Xinjiang dengan dalih pendidikan serta membasmi ekstremisme.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, setidaknya 1 juta etnis Uighur dan lainnya ditahan di kamp-kamp Xinjiang. Para pemimpin agama, aktivis HAM, dan lainnya juga menyebut telah terjadi genisda di Xinjiang.

Sementara itu China berkali-kali menyangkal tuduhan itu. Mengomentari laporan Kongres, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan CECC terobsesi membuat bebagai kebohongan untuk menjelekkan negaranya.

"Apa yang disebut 'genosida' adalah rumor yang sengaja dimulai oleh beberapa kelompok anti-China dan lelucon untuk mendiskreditkan China," kata seorang juru bicara kedubes.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut