Lebih dari 130 Orang Tewas akibat Cuaca Buruk di Pakistan dan Afghanistan

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 08:59 WIB
Lebih dari 130 Orang Tewas akibat Cuaca Buruk di Pakistan dan Afghanistan

Petugas penyelamat berjalan di jalan yang tertutup salju untuk mencapai daerah yang terkena salju lebat dan longsoran salju, di Lembah Neelum dekat garis kontrol (LoC), Pakistan, 14 Januari 2020. (FOTO: Naseer Chaudary/Reuters)

ISLAMABAD, iNews.id - Longsoran, banjir, dan cuaca musim dingin yang keras menewaskan lebih dari 130 orang di seluruh Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya 80 orang dilaporkan tewas.

Setidaknya 93 orang tewas dan 76 lainnya luka-luka di seluruh Pakistan -dengan beberapa dilaprokan masih hilang. Sementara itu, 39 lainnya tewas di Afghanistan.

Kashmir Pakistan adalah daerah yang paling parah dilanda, dengan 62 orang tewas dan 10 lainnya hilang.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Negara (SDMA), di Lembah Neelum yang indah namun penuh konflik di Kashmir, salju lebat memicu beberapa longsoran salju, termasuk yang menewaskan sedikitnya 19 orang.

"Longsoran salju melanda desa mereka, 10 orang masih hilang," isi pernyataan SDMA, seperti dikutip AFP.

Longsoran dan tanah longsor yang sering terjadi di Kashmir selama musim dingin, sering menghalangi jalan dan membuat masyarakat terisolasi.

BACA JUGA: Cuaca Esktrem Landa Pakistan dan Afghanistan, Lebih dari 80 Orang Tewas

Pihak berwenang menutup sekolah, sementara beberapa jalan raya dan jalan ditutup di daerah pegunungan bagian utara negara itu.

"Hujan salju dan tanah longsor yang parah di AJK menyebabkan kesengsaraan dan kematian," cuit Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, merujuk pada bagian Kashmir yang dikendalikan oleh Islamabad.

Di sebelah tenggara, di Provinsi Balochistan, setidaknya 31 orang tewas dalam insiden terkait cuaca.

"Kebanyakan dari mereka yang meninggal adalah perempuan dan anak-anak," kata Mohammad Younus, seorang pejabat dengan otoritas manajemen bencana provinsi.

Di seberang perbatasan di Afghanistan, lebih dari 300 rumah hancur atau sebagian rusak di seluruh negeri, menurut Ahmad Tamim Azimi, juru bicara Otoritas Penanggulangan Bencana Alam.

"Bidikan dingin, hujan salju lebat dan hujan yang mulai dua minggu lalu telah menyebabkan kerusakan," katanya.

Sebagian besar korban tewas disebabkan tertimpa atap runtuh di bawah salju tebal.

Yang paling terpukul adalah wilayah selatan Kandahar, Helmand, Zabul, dan Provinsi Herat barat.

Di Herat, tujuh orang -semua anggota keluarga yang sama dan termasuk anak-anak- meninggal ketika atap mereka ambruk.

Musim dingin esktrem sering kali menelan banyak korban di pegunungan Afghanistan.


Editor : Nathania Riris Michico