Lebih dari 60 Orang Tewas Tenggak Alkohol Oplosan Murah di India

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 22:40 WIB
Lebih dari 60 Orang Tewas Tenggak Alkohol Oplosan Murah di India

Jenazah korban tewas miras oplosan di negara bagian Punjab, India, dibawa menggunakan kendaraan tradisional (foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Otoritas kepolisian di negara bagian Punjab, India, melaporkan lebih dari 60 orang tewas akibat menenggak alkohol oplosan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai penjual minuman maut tersebut.

Para korban meninggal berasal dari tiga distrik di negara bagian yang terletak di utara India itu. Seorang pejabat kepolisian mengatakan bahwa 11 orang tewas di Distrik Gurdaspur. Sedangkan kantor berita Press Trust menyebut 53 orang meregang nyawa setelah meminum alkohol oplosan di Distrik Amritsar dan Tarn Taran yang berdekatan.

Polisi sebenarnya mencurigai kasus kematian lain dalam beberapa hari terakhir, tetapi tidak dapat dibuktikan penyebabnya karena minuman alkohol oplosan karena mayat-mayat itu telah dikremasi tanpa pemeriksaan post-mortem.

AFP melaporkan, pada Sabtu (1/8/2020) polisi Punjab berhasil menangkap 10 orang yang diduga sebagai penjual miras oplosan. Mereka menjual minuman alkohol yang dibuat di tempat penyulingan ilegal dan dijual seharga 10 rupee (Rp1.955) per liter.

Kepala Negara Bagian Punjab, Amarinder Singh, memerintahkan otoritas berwenang melakukan penyelidikan khusus atas kematian tersebut, serta memastikan siapa pun yang terlibat tidak akan lolos dari hukuman.

Sementara itu, surat kabar Indian Express melaporkan salah satu tersangka telah meninggal di Distrik Amritsar setelah mengonsumsi minuman keras ilegal. Polisi sudah mengamankan istri tersangka yang berperan sebagai penjual.

Dalam dua hari berturut-turut, kasus kematian akibat menenggak minuman keras terjadi di India. Pada Jumat (31/7/2020) kemarin, sebanyak 10 orang tewas di tempat setelah mengonsumsi cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berbahan dasar alkohol.

Polisi menduga para korban terpaksa meminum hand sanitizer karena toko yang menjual minuman alkohol tutup akibat pemberlakuan lockdown guna memutus rantai penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan di India.

Editor : Arif Budiwinarto