Ledakan Dahsyat di Iran Tewaskan 40 Orang Lukai 1.200 Lebih, Inikah Penyebabnya?
Namun Kementerian Pertahanan (Kemhan) Iran memastikan tidak ada peralatan militer berada di lokasi saat ledakan terjadi.
"Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada barang impor atau ekspor militer di area kebakaran," kata Juru Bicara Kemhan Iran, Reza Talaei-Nik.
Sebelumnya beredar informasi bahwa pelabuhan tersebut baru saja kedatangan bahan kimia ammonium perchlorate dari China. Bahan itu digunakan untuk pembuatan bahan bakar rudal.
Video terbaru yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan mengerikan. Sebuah kawah dengan kedalaman beberapa meter dikelilingi asap yang membubung. Asap itu dikhawatirkan menyelimuti kota dan bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu pemerintah setempat menutup sekolah-sekolah dan bisnis di daerah tersebut.
Gubernur Hormozgan Mohammad Ashouri juga mengumumkan masa berkabung 3 hari di provinsinya.
Editor: Anton Suhartono