Lembaga HAM Israel: Pemukim Yahudi Lakukan Pembersihan Etnis Terang-terangan di Tepi Barat
Novak menuduh milisi pemukim Yahudi, dengan dukungan militer Israel, meningkatkan tekanan terhadap kota dan desa Palestina. Bentuknya antara lain perampasan tanah, serangan terhadap rumah, hingga intimidasi yang mendorong warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
B’Tselem menyebut pola tersebut juga terjadi di sejumlah komunitas Palestina lainnya. Bulan lalu, militer Israel membiarkan pemukim ilegal mengusir keluarga besar Tubasi dari rumah-rumah mereka di Desa Jalud, setelah wilayah tersebut dikepung dan diserang berulang kali.
Setelah keluarga tersebut pergi, para pemukim kemudian mengambil alih rumah-rumah mereka.
Situasi serupa dilaporkan terjadi di beberapa komunitas Palestina lain, termasuk Ein Sinya, Turmusaya, Beita, dan Abu Falah.
B’Tselem juga merilis video yang memperlihatkan pemukim dan tentara Israel berdoa di sekitar rumah-rumah warga Palestina di Qusra.
Lembaga tersebut menilai tindakan pemukim dan respons pasukan Israel menunjukkan adanya pola sistematis yang berujung pada pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.
Sejak Oktober 2023, sejak perang Gaza pecah, B’Tselem mencatat Israel telah menyebabkan pengungsian total terhadap 64 komunitas Palestina dan pengungsian sebagian terhadap 15 komunitas lainnya. Kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 4.800 warga Palestina, termasuk lebih dari 2.300 anak-anak.
Editor: Anton Suhartono