Lembaganya Dituduh Biang Kerok Wabah Covid-19, Ini Kata Direktur Lab Wuhan

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 19 April 2020 - 13:13 WIB
Lembaganya Dituduh Biang Kerok Wabah Covid-19, Ini Kata Direktur Lab Wuhan

Laboratorium Institut Virologi Wuhan, China. (Foto: AFP)

WUHAN, iNews.id – Amerika Serikat berulang kali menuduh China sebagai biang kerok dari pandemi virus corona (Covid-19). Negeri Paman Sam menduga ada peran laboratorium di Institut Virologi Wuhan di balik kemunculan virus baru itu.

Namun, pihak laboratorium dengan tingkat keamanan maksimum (P4) itu menampik keras klaim AS tersebut. Yuan Zhiming, sang direktur lab, menyebut tudingan Washington itu sebagai perkara mustahil.

Selama beberapa waktu belakangan, China mendapat tekanan yang meningkat dari Barat atas transparansi negeri tirai bambu dalam penanganan pandemi Covid-19. AS pun berusaha menyelidiki apakah virus itu memang benar berasal dari laboratorium P4 di Wuhan, kota asal wabah Covid-19.

Sebelumnya, ilmuwan China juga tela berulang kali mengklaim virus itu kemungkinan menyebar dari hewan ke manusia di pasar yang menjual satwa-satwa liar di Wuhan. Akan tetapi, keberadaan lab P4 di kota itu telah memicu teori konspirasi bahwa kuman jenis baru itu menyebar dari Institut Virologi Wuhan yang memang memiliki fasilitas untuk menangani virus-virus berbahaya.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah yang diterbitkan Sabtu (18/4/2020) kemarin, Yuan Zhiming mengatakan, tudingan Amerika sama sekali tak berdasar. “Tidak mungkin virus ini berasal dari kami,” tuturnya seperti dikutip AFP.

Dia juga punya argumentasi untuk menolak klaim AS. Salah satunya, tidak ada satu pun staf laboratoriumnya yang terinfeksi Covid-19. “Seluruh lembaga sedang melakukan penelitian di berbagai bidang terkait dengan virus corona, termasuk kami,” ujarnya kepada stasiun televisi negara berbahasa Inggris, CGTN.

Pada Februari lalu, Institut Virologi Wuhan juga pernah membantah teori konspirasi yang digembar-gemborkan AS. Yuan Zhiming mengatakan, instansinya bahkan telah berbagi informasi tentang virus patogen itu dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Januari, sebelum AS menuduh China sebagai dalang dari pandemi tersebut.

Reportase yang dilansir Washington Post dan Fox News sama-sama mengutip sumber-sumber anonim yang menyuarakan keprihatinan bahwa virus corona mungkin menyebar secara tidak sengaja dari Laboratorium Institut Virologi Wuhan. Yuan pun memastikan, laporan yang diterbitkan media itu seluruhnya didasarkan pada spekulasi tanpa bukti dan jauh dari kata ilmiah.

Pihak berwenang di Wuhan awalnya mencoba untuk menutupi informasi tentang wabah sehingga memunculkan pertanyaan tentang penghitungan resmi kasus infeksi yang dikeluarkan China. Pemerintah komunis itu bahkan berulang kali mengubah kriteria penghitungan pada masa-masa puncak wabah.

Pekan ini, pihak berwenang di kota itu mengakui kesalahan dalam menghitung jumlah kematian akibar Covid-19 dan tiba-tiba menaikkan angkanya hingga 50 persen.

Editor : Ahmad Islamy Jamil