Lewat Telepon Xi Jinping Bahas Wabah Virus Korona dengan Trump, Desak AS Bertindak Wajar

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 11:44 WIB
Lewat Telepon Xi Jinping Bahas Wabah Virus Korona dengan Trump, Desak AS Bertindak Wajar

Presiden Xi Jinping. (FOTO: Philip FONG / AFP)

BEIJING, iNews.id - Presiden China Xi Jinping berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai wabah virus korona yang merebak di China, dan kini menyebar ke berbagai negara. Xi mendesak AS menanggapi secara wajar wabah tersebut.

Lewat telepon, Xi mengatakan kepada Trump, "China sepenuhnya percaya diri dan mampu mengalahkan epidemi (korona)."

"Tren jangka panjang perkembangan ekonomi China yang lebih baik tidak akan berubah," kata Xi, kepada Trump, seperti dilaporkan media negara CCTV, Kamis (7/1/2020).

Wabah virus korona, yang diyakini berasal di Wuhan, China tengah, akhir tahun lalu, kini sudah menginfeksi setidaknya 31.000 orang dan menyebabkan 636 kematian, sebagian besar di China.

Pemerintah lokal di seluruh China sudah mengunci kota berpenduduk puluhan juta orang sebagai tanggapan terhadap krisis, sementara kepanikan global meningkat atas lebih dari 240 kasus yang muncul di lebih dari 25 negara.

Komentar Xi muncul beberapa jam setelah kematian seorang dokter, yang dihukum karena membagikan informasi soal virus korona. Kematian dokter itu memicu komentar warganet, yang mencurhakan kesedihan dan kemarahan atas cara pemerintah China menangani krisis virus korona.

Xi menyebut perjuangan melawan virus korona sebagai "perang rakyat". Dia juga mengatakan kepada Trump bahwa China menerapkan mobilisasi nasional, penyebaran komprehensif, dan respons cepat bersama dengan langkah-langkah pencegahan dan kontrol yang paling ketat terhadap virus.

"Presiden Xi juga mendesak AS bertindak 'wajar' dalam menanggapi wabah itu," lapor berita resmi Xinhua.

China menentang langkah-langkah ketat oleh negara-negara lain untuk menahan penyebaran virus itu, yang antara lain menyerukan larangan terhadap turis China.

AS untuk sementara melarang masuknya orang asing yang berada di China dalam dua pekan terakhir, bersama dengan negara-negara seperti Italia, Singapura, dan Mongolia yang mengumumkan pembatasan terhadap para pelancong dari negara yang dilanda virus.

Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, dan negara-negara lain juga menyarankan warganya tidak melakukan perjalanan ke China.


Editor : Nathania Riris Michico