Lolos dari Pembunuhan di Pennsylvania, Trump Ungkap Kesalahan Dinas Rahasia
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari sanksi skorsing yang dijatuhkan terhadap enam petugas paspampres Dinas Rahasia AS. Mereka dihukum terkait percobaan pembunuhan terhadap Trump saat mengikuti kampanye Pilpres AS 2024 di Butler, Pennsylvania, pada 13 Juli 2024.
Dalam cuplikan wawancara dengan Fox News yang akan tayang pada Sabtu (12/7/2025), Trump mengatakan Dinas Rahasia seharusnya menempatkan seorang agen di atap gedung, tempat pelaku menembaknya.
"Ada kesalahan yang dilakukan. Itu seharusnya tidak terjadi," katanya.
Sementara itu Dinas Rahasia mengomentari peristiwa tersebut akan dikenang dan pelajaran berharga akan pentingnya misi tanpa kegagalan serta perlunya perbaikan berkelanjutan.
"Gangguan komunikasi, masalah teknologi, dan kesalahan manusia, di antara faktor-faktor lain yang berkontribusi, menyebabkan peristiwa 13 Juli," bunyi pernyataan Dinas Rahasia.
Dinas yang yang bertugas menjaga keamanan presiden dan pejabat negara itu menegaskan telah menerapkan 21 dari 46 rekomendasi yang dibuat Kongres setelah upaya pembunuhan tersebut.
Direktur Dinas Rahasia Sean Curran mengatakan pihaknya telah melakukan banyak langkah untuk memastikan peristiwa seperti itu tidak pernah terulang lagi di masa mendatang.
Tak lama setelah percobaan pembunuhan di Butler, Trump kembali menjadi target. Pelakunya seorang pria yang beraksi saat Trump sedang bermain golf di West Palm Beach, Florida.
Editor: Anton Suhartono