Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cabut Instruksi Presiden Era Joe Biden, Trump Sebut AS Dikendalikan Kelompok Kiri
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Autopen, Alat Pembuat Tanda Tangan yang Jadi Senjata Trump Serang Joe Biden

Sabtu, 29 November 2025 - 08:05:00 WIB
Mengenal Autopen, Alat Pembuat Tanda Tangan yang Jadi Senjata Trump Serang Joe Biden
Autopen kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump menyerang pendahulunya, Joe Biden (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Autopen kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang pendahulunya, Joe Biden, terkait penggunaan alat tersebut untuk menandatangani sejumlah instruksi presiden

Trump bahkan membatalkan seluruh instruksi presiden era Biden yang diteken memakai autopen, menuding alat itu digunakan oleh kelompok kiri radikal yang “mengendalikan” pemerintahan Biden dari balik layar.

Apa Itu Autopen?

Autopen adalah perangkat mekanis, sering kali berupa lengan robot, yang dirancang untuk menirukan tanda tangan seseorang menggunakan pena asli. Alat ini diprogram untuk mengikuti pola gerakan tangan dari tanda tangan pemiliknya, sehingga hasilnya terlihat identik seperti tanda tangan langsung.

Autopen telah digunakan selama puluhan tahun oleh presiden dan politisi, pejabat tinggi pemerintahan, selebriti, institusi pendidikan untuk ijazah, dan perusahaan untuk dokumen menandatangani dokumen dalam volume besar.

Keunggulan utamanya, memungkinkan seseorang menandatangani ratusan dokumen tanpa harus hadir secara fisik.

Kenapa Autopen Jadi Perdebatan?

Secara hukum, penggunaan autopen di lingkungan pemerintahan AS sah, selama prosesnya disetujui pihak yang tanda tangannya direplikasi. Presiden Barack Obama pernah menggunakan autopen untuk menandatangani undang-undang ketika sedang berada di luar negeri.

Namun, perdebatan muncul jika tanda tangan dianggap tidak dilakukan atas persetujuan langsung, atau ada dugaan pejabat tidak terlibat sama sekali dalam keputusan yang diteken.

Isu inilah yang dimanfaatkan Trump dalam kritik terbarunya terhadap Biden.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut