Longgarkan Lockdown, India Catat Rekor Lonjakan 6.000 Kasus Corona Per Hari

Antara ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 16:45 WIB
Longgarkan Lockdown, India Catat Rekor Lonjakan 6.000 Kasus Corona Per Hari

Petugas di India memeriksa suhu badan warga dengan menggunakan thermal gun di tempat umum saat pandemi corona (ilustrasi). (Foto:: AFP)

NEW DELHI, iNews.idIndia pada hari ini mencatat sekitar 6.000 kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut menjadi lonjakan kasus harian terbesar di negara itu.

Lonjakan itu terjadi di saat pemerintah pusat di New Delhi melonggarkan penguncian wilayah alias lockdown nasional. Tak hanya itu, penerbangan domestik di India kini juga bersiap kembali beroperasi setelah beberapa bulan dihentikan karena wabah corona.

Hingga hari ini, negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu telah melaporkan total lebih dari 118.000 kasus infeksi Covid-19. Jumlah itu naik lima persen dari jumlah yang tercatat sehari sebelumnya. Sementara itu, total kematian akibat virus corona di sana mencapai 3.583 jiwa.

Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya telah memperpanjang lockdown yang dimulai pada 25 Maret, sampai 31 Mei. Namun, pihaknya melonggarkan aturan di sejumlah daerah dengan jumlah kasus yang lebih rendah dan mengizinkan pemerintah negara bagian untuk mengeluarkan protokol mereka sendiri atas sejumlah aspek.

Maskapai India mulai Senin (25/5/2020) akan diizinkan kembali beroperasi dengan jumlah rute mencapai sekitar sepertiga penerbangan dibandingkan dengan situasi normal. Akan tetapi, izin hanya diberikan pada rute-rute domestik dengan atuaran sangat ketat.

“Lonjakan kasus ini terjadi setelah pergerakan masyarakat sebagian besar dilonggarkan. Namun kalau kita lihat secara keseluruhan, ini adalah gambaran eksponensial yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain,” kata profesor epidemiologi dari Yayasan Kesehatan Masyarakat India, Giridhar Babu, dikutip Reuters, Jumat (22/5/2020).

“Kini satu-satunya pertanyaan adalah, bagaimana kita mengurangi angka kematian? Apakah kita mampu? Jawabannya sepertinya ya,” ujar Babu yakin.

Zona merah penularan Covid-19 di India mencakup Ibu Kota New Delhi, pusat bisnis Mumbai, Negara Bagian Gujarat, dan Negara Bagian Tamil Nadu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil