Maafkan Pelaku, Begini Pengakuan Suami Korban Penembakan Selandia Baru

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 17 Maret 2019 - 14:22 WIB
Maafkan Pelaku, Begini Pengakuan Suami Korban Penembakan Selandia Baru

Masjid di Christchurch. (FOTO: EPA)

CHRISTCHURCH, iNews.id - Suami dari seorang perempuan yang tewas saat mencoba menyelamatkannya dari penembakan brutal di masjid Christchurch, Selandia Baru, mengungkapnya pernyataan mengejutkan. Dia menyatakan memaafkan pelaku yang menewaskan 50 orang.

"Saya akan mengatakan kepadanya 'Saya mengasihinya sebagai manusia'," kata Farid Ahmad, kepada AFP, Minggu (17/3/2019).

Saat ditanya apakah dia memaafkan tersangka berusia 28 tahun itu, dia berkata, "Tentu saja. Yang terbaik adalah pengampunan, kemurahan hati, cinta dan perhatian, kepositifan."

Istri Ahmad, Husna Ahmed, termasuk di antara 50 orang yang tewas dalam serangan terhadap dua masjid di Christchurch.

Ketika penembakan dimulai, dia membantu beberapa orang melarikan diri dari tempat bagian perempuan dan anak-anak.

"Dia berteriak 'datang ke sini, cepat', dan dia membawa banyak anak-anak dan perempuan menuju taman yang aman," kata Ahmad.

"Kemudian dia kembali untuk memeriksa saya, karena saya di kursi roda, dan ketika dia mendekati gerbang dia ditembak. Dia sibuk menyelamatkan hidup, melupakan dirinya sendiri," terang Ahmad.

Ahmad (59) yang harus duduk di kursi roda sejak ditabrak oleh pengemudi mabuk pada 1998, percaya dia lolos dari hujan peluru karena pria bersenjata itu fokus pada target lain.

"Orang ini menembak satu orang dua, tiga kali, mungkin itu yang memberi kita waktu untuk pindah, bahkan orang yang mati dia (pelaku) tembak lagi."

Dia tidak melihat istrinya ketika dia meninggalkan masjid dan baru mengetahui istrinya sudah tewas saat seseorang memotret tubuhnya.

"Fotonya ada di media sosial, jadi seseorang menunjukkan fotonya dan saya dengan mudah mengenalinya."

Ahmad berkata jika dia bisa duduk bersama sang pelaku, dia akan membuatnya berpikir ulang tentang pandangannya soal kehidupan.

"Saya akan mengatakan kepadanya bahwa di dalam dirinya dia memiliki potensi besar untuk menjadi orang yang murah hati, menjadi orang yang baik, menjadi orang yang akan menyelamatkan orang, menyelamatkan manusia daripada menghancurkan mereka," katanya.

"Saya ingin dia mencari sikap positif dalam dirinya, dan saya berharap dan berdoa untuknya suatu hari dia akan menjadi warga sipil yang hebat. Sata tidak punya dendam."


Editor : Nathania Riris Michico