Reaksi Keras PM Thailand usai Penembakan di Sekolah Tewaskan 8 Orang
BANGKOK, iNews.id – Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul berjanji akan memperketat aturan pengendalian senjata api setelah insiden penembakan di Sekolah Debsirin, Nonthaburi pada Jumat (7/8/2026). Peristiwa itu menewaskan delapan orang dan melukai 22 lainnya.
Dari 22 korban luka, 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Tujuh di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Anutin menyatakan pemerintah akan memberlakukan undang-undang baru yang membatasi kepemilikan dan pembawaan senjata api di tempat umum. Dalam aturan yang direncanakan, hanya pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas yang diperbolehkan membawa senjata api.
Berbicara setelah tragedi tersebut, Anutin menyatakan insiden penembakan itu seharusnya tidak terjadi.
“Saya tidak hanya merasa prihatin terhadap para korban, tetapi saya juga menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi di negara kita,” kata Anutin, dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2026).