Machu Picchu Dibuka Kembali Setelah Tutup 8 Bulan akibat Pandemi Covid-19
Menurunnya jumlah kasus virus corona di Peru merupakan sinyal positif. Meski demikian, wisatawan tak boleh lengah dengan tetap menjaga jarak sosial.
Lockdown Covid-19 memberikan pukulan telak bagi puluhan ribu warga Peru yang mengandalkan pendapatan dari pariwisata, terutama mereka yang bermukim di pegunungan Cusco tempat benteng yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia itu berada.
Puluhan hotel, restoran, dan bisnis lain terkait pariwisata di seluruh wilayah pegunungan bangkrut. Kondisi sedikit membaik setelah pemerintah mencabut lockdown pada Juli lalu, meskipun Machu Picchu tetap ditutup.
Seorang sopir taksi Eberth Hancco termasuk di antara mereka yang terkena dampak. Saat kondisi normal dia biasa membawa beberapa turis dari bandara Kota Cusco, bekas ibu kota kerajaan Inca.
"Situasinya sangat buruk karena Cusco bergantung pada pariwisata," katanya.
Sebelum pandemi, ada 80 hotel di Ollantaytambo, kota tedekat dari Machu Picchu yang terletak di ujung jalan dari Cusco.