Macron Beri Peringatan Keras: Israel Tak Akan Aman jika Terus Perang!
“Pembubaran Hamas tidak akan menstabilkan situasi di Gaza serta proses penyelesaian pascakonflik menyeluruh yang diperlukan,” kata Macron.
Dorongan Akui Negara Palestina
Macron juga menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap perdamaian di Timur Tengah. Salah satunya dengan mendorong gencatan senjata, pengiriman bantuan kemanusiaan, serta memperluas pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat.
Menurut Macron, syarat utama perdamaian adalah lahirnya negara Palestina yang didemiliterisasi namun diakui Israel. Sebaliknya, Israel harus mengakui Palestina.
“Kami telah mengangkat tangan untuk menempa jalan menuju perdamaian segera, pembebasan sandera, gencatan senjata, stabilisasi Gaza,” tuturnya.
Dukung terhadap Hukum Internasional
Selain itu, Macron menyerukan dukungan global terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan Mahkamah Internasional (ICJ) sebagai lembaga peradilan tertinggi PBB. Pernyataan ini menjadi sindiran kepada negara-negara, termasuk Amerika Serikat, yang menolak perintah penangkapan ICC terhadap pejabat Israel maupun Rusia.
Pemerintahan Trump bahkan sempat menjatuhkan sanksi kepada hakim dan jaksa ICC karena memburu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sementara ICJ telah mengeluarkan perintah awal agar Israel menghentikan praktik genosida di Gaza, meski Israel tetap menolak.
“Mari kita dukung perjuangan ICC melawan impunitas. Mari kita biarkan perintah ICJ dilaksanakan. Putusannya ditegakkan,” ujar Macron.
Editor: Anton Suhartono