Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Kolombia Petro Tolak Mentah-Mentah Rencana AS Caplok Venezuela
Advertisement . Scroll to see content

Maduro: Semua Diplomat Kedubes Venezuela di AS Sudah Pulang

Selasa, 29 Januari 2019 - 09:52:00 WIB
Maduro: Semua Diplomat Kedubes Venezuela di AS Sudah Pulang
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

CARACAS, iNews.id - Presiden VenezuelaNicolas Maduro menyambut para diplomat negaranya yang dipanggil pulang dari Amerika Serikat (AS). Dia mengklaim semua diplomatnya yang bertugas di AS sudah pulang setelah kedua negara berseteru.

Penyambutan presiden itu disiarkan stasiun televisi nasional Venezuela. Sang presiden juga menyampaikan pidato penyambutan.

"Saya ingin menyambut diplomat dari kedutaan (Venezuela) di Amerika Serikat, yang tiba di Caracas," kata Maduro, pada pertemuan dengan para diplomat, seperti dilaporkan Sputnik, Selasa (29/1/2019).

Maduro mencatat bahwa staf konsulat Venezuela di kota-kota AS juga termasuk dari mereka yang sudah kembali. Menurutnya, tujuh diplomat AS diizinkan untuk tinggal di Venezuela untuk pembicaraan soal penciptaan "kantor kepentingan bersama".

"Saya telah menyetujui visa, semua kekebalan diplomatik, dan hak diplomatik untuk sekelompok tujuh diplomat AS, yang ada di sini. Saya ingin (mereka) memiliki kantor di sini di Venezuela yang dapat saya ajak bicara," ujar Maduro.

Pekan lalu, presiden penerus Hugo Chavez itu memutuskan hubungan diplomatik dengan AS setelah negara pimpinan Donald Trump itu mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Maduro lantas menuntut agar diplomat AS meninggalkan Venezuela dalam waktu 72 jam sejak dia memutuskan hubungan diplomatik.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan Maduro tidak memiliki wewenang sah untuk menyatakan diplomat AS berstatus persona non-grata.

Pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan AS dan negaranya akan mengadakan pembicaraan dalam waktu 30 hari tentang menciptakan "kantor kepentingan bersama".

Selama periode itu, diplomat dari AS dan kedutaan besar Venezuela akan diizinkan untuk tidak meninggalkan negara tempat mereka bekerja.

Pada Selasa, (22/1/2019), Majelis Nasional atau Parlemen yang dijalankan oposisi mengadopsi pernyataan yang menyatakan bahwa Maduro merebut kekuasaan. Guaido yang menjadi pemimpin Majelis Nasional memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara negara itu dalam pertemuan akbar di Caracas keesokan harinya.

Beberapa negara, termasuk Brasil, Kanada, dan AS, mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Sedangkan Kuba, Rusia, Meksiko, Uruguay, China, dan beberapa negara lain menyatakan dukungannya kepada Maduro sebagai presiden sah Venezuela.

Negara-negara Uni Eropa mengultimatum Maduro untuk menggelar pemilu baru dalam waktu delapan hari. Jika menolak, nagara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman akan mengakui Guaido sebagai presiden Venezeula.

Maduro menolak ultimatum Uni Eropa. Baginya, pemilu Venezuela sudah digelar tahun lalu dan partainya, United Socialist Party of Venezuela (PSUV), sebagai pemenang. Dia juga sudah diambil sumpah untuk menjabat sebagai presiden yang berkuasa selama enam tahun ke depan.

Namun, pemilu tahun lalu itu tak diakui kubu oposisi dan negara-negara Barat terutama AS. Juan Guaido dari Partai Popular Will (VP) justru sesumbar menawarkan amnesti kepada Maduro.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut