Mahasiswa hingga Polisi Perempuan Selandia Baru Kompak Kenakan Jilbab
"Jika saya bisa, saya akan menghadiri masjid dan berdiri di luar untuk menunjukkan dukungan saya untuk whanau (bahasa Maori, artinya keluarga) Muslim saya, tetapi saya harus kuliah dan saya tidak bisa melewatkannya," katanya kepada AFP, menggunakan istilah bahasa Maori untuk keluarga besar.
"Jelas ini semua dipicu oleh tragedi mengerikan di Christchurch, tetapi ini juga merupakan cara untuk menunjukkan bahwa segala bentuk pelecehan atau kefanatikan berdasarkan simbol agama tidak pernah baik-baik saja," tambahnya.
"Sebagai warga Selandia Baru, kita harus membuat pendirian yang sangat kuat."
Meskipun jilbab menjadi subyek perdebatan tentang hak-hak gender di dunia Islam, bagi Stoakes betapa seringnya perempuan Muslim yang saleh tidak memiliki pilihan karena posisi dan kedudukannya.
"Kita bisa mengangguk dan berpura-pura setuju dengan orang yang kita takuti, atau mengaku tidak tahu jika kita merasa dalam bahaya konfrontasi," katanya.
"Tapi seorang Muslim ada di luar sana. Seperti bullseye. Jilbab dan pakaian mereka berbicara sebelum mereka melakukannya."
Editor: Nathania Riris Michico