Mahasiswa hingga Polisi Perempuan Selandia Baru Kompak Kenakan Jilbab
CHRISTCHURCH, iNews.id - Para perempuan di Christchurch mengenakan jilbab sebagai ungkapan perdamaian sekaligus bentuk solidaritas pada Jumat (22/3/2019), sepekan setelah pria penganut supremasi kulit putih membunuh 50 Muslim di dua masjid di kota Selandia Baru tersebut.
Rafaela Stoakes, ibu dua anak berusia 32 tahun, mengatakan mengenakan penutup kepala atau jilbab memberinya wawasan tentang apa artinya melawan dan merasa menjadi bagian dari minoritas.
Dilaporkan AFP, pada Jumat pagi, dia menutupi seluruh tubuhnya kecuali beberapa rambutnya yang berwarna cokelat tua dengan syal merah dan putih longgar. Syal itu disilangkan dengan rapi di bawah dagunya dan dimasukkan ke dalam jaket hitam.
Dia merupakan satu dari banyak perempuan di Selandia Baru yang menjunjung tagar dukungan #HeadScarfforHarmony, untuk membela kebencian yang dianut oleh pria Australia yang menjadi terdakwa membuhh puluhan umat Muslim di Christchurch.
Dukung Muslim, Besok Semua Perempuan di Selandia Baru Bakal Berhijab
Jilbab juga dikenakan sebagai tanda penghormatan oleh polisi perempuan dan sukarelawan non-Muslim yang berkumpul di sekitar lokasi di Christchurch. Hari ini ribuan warga menggelar doa bersama untuk mengenang para korban.