Mahathir Akan Reshuffle Kabinet, Anwar Ibrahim Enggan Jadi Menteri

Anton Suhartono ยท Senin, 25 November 2019 - 10:51 WIB
Mahathir Akan Reshuffle Kabinet, Anwar Ibrahim Enggan Jadi Menteri

Anwar Ibrahim (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dilaporkan akan merombak atau melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Kemungkinan akan ada orang-orang baru yang masuk dalam jajaran pembantunya.

Mengomentari hal ini, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengaku tak punya niat sama sekali untuk menjadi menteri.

Anwar diketahui akan menggantikan Mahathir sebagai perdana menteri meski waktunya belum dipastikan.

"Saya tak punya niat seperti itu," kata Anwar, menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya ingin menjadi menteri sebelum diangkat menjadi perdana menteri Malaysia, dikutip dari The Star, Senin (25/11/2019).

Dia menambahkan sejauh ini belum ada tawaran untuk bergabung dalam kabinet.

Soal pergantian kepemimpinan, Anwar meminta agar hal itu tak terus menerus dibahas. Tokoh reformasi Malaysia yang pernah dipenjarakan di masa pemerintahan Mahathir itu mengaku tak mempermasalahkan waktu pergantian kepemimpinan Malaysia.

Menurut Anwar, Mahathir harus diberi ruang untuk menyelesaikan permasalahan negara. Dia meminta semua pihak bersabar dan tetap menghormati hubungannya dengan Mahathir.

“Kita perlu memberi ruang kepada Mahathir agar proses itu (transisi) bisa berlangsung damai. Jika itu terjadi dengan lancar, akan lebih mudah bagi Mahathir untuk melanjutkan pekerjaannya dan lebih mudah bagi saya setelah penyerahan," ujarnya.

Anwar menegaskan hanya dewan presiden Pakatan Harapan, koalisi partai pendukun pemerintah, yang bisa memutuskan siapa yang akan mengambil alih posisi perdana menteri berikutnya. Masalah transisi pemerintahan sudah dibahas dalam pertemuan dewan presiden Pakatan Harapan pada Sabtu dan tidak ada perubahan soal kepastian dirinya mengambil alih posisi perdana menteri.

Lebih lanjut Anwar menegaskan, agenda reformasi belum selesai sejak kemenangan Pakatan Harapan dalam pemilu pada Mei 2018. Pemerintahan harus fokus dengan agenda reformasi, tak teralihkan dengan peralihan atau transisi kepemimpinan.

Editor : Anton Suhartono