Mahathir Mohamad Diminta Pastikan Waktu Penyerahan Jabatan PM ke Anwar Ibrahim
"Tapi tidak apa-apa, kami memberi mereka waktu untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar," tuturnya.
Transisi kekuasaan menjadi perdebatan karena Mahathir tidak menyebutkan waktu definitif. Pria 93 tahun itu hanya menyebut dia berjanji menyerahkan jabatan.
Lebih lanjut Idris mengancam bahwa organisasinya akan bertindak jika PM yang ditujukn sebagai pengganti ternyata bukan Anwar Ibrahim.
"Dalam konsensus, perdana menteri kedelapan harus Anwar. Setelah itu, tidak masalah. Itulah perjanjiannya," ujarnya.
Pada Februari lalu, Anwar menyampaikan harapan bisa menjadi PM dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun. Menurut tokoh reformasi yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu, Mahathir harus diberi ruang yang cukup untuk memerintah secara efektif.
Editor: Anton Suhartono