Mahathir Mohamad Diminta Pastikan Waktu Penyerahan Jabatan PM ke Anwar Ibrahim

Anton Suhartono ยท Jumat, 14 Juni 2019 - 14:42 WIB
Mahathir Mohamad Diminta Pastikan Waktu Penyerahan Jabatan PM ke Anwar Ibrahim

Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Organisasi yang loyal kepada Anwar Ibrahim, Otai Reformasi, mendesak Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad untuk menentukan waktu penyerahan kekuasaan.

Seperti diketahui, Mahathir berjanji menyerahkan jabatan PM kepada Anwar Ibrahim dalam beberapa tahun. Koalisi Pakatan Harapan menunjuk Mahathir untuk maju sebagai PM dalam pemilu ke-14 Malaysia tahun lalu. Saat itu Anwar Ibrahim masih berstatus tahanan terkait kasus pelecehan seksual.

Ketua Otai Reformasi Idris Ahmad mengatakan, kurang jelasnya rencana penyerahan kekuasaan kepada Anwar menyebabkan munculnya ketidakpercayaan di antara para pemimpin Pakatan Harapan.

"Mahathir harus menetapkan tanggal kapan dia akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar. Ketidakpastian transisi kekuasaan ini telah menjadi polemik di antara banyak orang dan memengaruhi kepercayaan investor asing," kata Idris, dikutip dari The Star, Jumat (14/6/2019).

Idris bahakn menyarankan kepada Mahathir untuk mengundurkan diri sesegera mungkin sehingga memberi jalan bagi Anwar Ibrahim naik.

"Tapi tidak apa-apa, kami memberi mereka waktu untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar," tuturnya.

Transisi kekuasaan menjadi perdebatan karena Mahathir tidak menyebutkan waktu definitif. Pria 93 tahun itu hanya menyebut dia berjanji menyerahkan jabatan.

Lebih lanjut Idris mengancam bahwa organisasinya akan bertindak jika PM yang ditujukn sebagai pengganti ternyata bukan Anwar Ibrahim.

"Dalam konsensus, perdana menteri kedelapan harus Anwar. Setelah itu, tidak masalah. Itulah perjanjiannya," ujarnya.

Pada Februari lalu, Anwar menyampaikan harapan bisa menjadi PM dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun. Menurut tokoh reformasi yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu, Mahathir harus diberi ruang yang cukup untuk memerintah secara efektif.


Editor : Anton Suhartono