Mahathir Sebut Parlemen Bakal Putuskan PM Baru Malaysia Senin Pekan Depan

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 18:35:00 WIB
Mahathir Sebut Parlemen Bakal Putuskan PM Baru Malaysia Senin Pekan Depan
Perdana Menteri sementara Malaysia, Mahathir Mohamad. (FOTO: Mohd RASFAN / AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Parlemen Malaysia akan bersidang pada Senin (2/3/2020) untuk memutuskan perdana menteri (PM) berikutnya. Hal itu disampaikan PM sementara Malaysia, Mahathir Mohamad, yang pengunduran dirinya memicu krisis.

Mahathir mundur pekan ini, menyusul upaya membentuk koalisi baru tanpa mengusung pengganti yang dia tunjuk, Anwar Ibrahim.

Mahathir (94), pemimpin tertua di dunia, dan Anwar saat ini sedang dalam perebutan kekuasaan.

Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah akan menunjuk PM baru dan telah mewawancarai anggota parlemen negara itu untuk mencari tahu siapa yang mereka dukung. Namun Mahathir mengatakan tidak ada kandidat dengan dukungan yang cukup.

Kandidat harus mendapat dukungan dari setidaknya 112 anggota parlemen untuk menjadi perdana menteri.

"Raja mengatakan bahwa forum yang tepat adalah parlemen," kata Mahathir, setelah bertemu dengan raja, seperti dilaporkan AFP, Kamis (27/2/2020).

Dia menyebut, legislatif akan duduk pada Senin pekan depan untuk menentukan siapa yang memiliki dukungan yang cukup untuk menjadi perdana menteri.

"Namun jika (parlemen) gagal menemukan seseorang dengan suara mayoritas, maka kita harus melakukan pemilihan cepat," ujar Mahathir, yang ditunjuk sebagai pemimpin sementara setelah pengunduran dirinya.

Dia menyebut, partainya mungkin mencalonkan sekutunya, Muhyiddin Yassin, yang adalah menteri dalam negeri, sebagai kandidat PM.

Tiga partai dari bekas koalisi yang berkuasa kini mencalonkan nama Anwar.

Dalam komentar pertamanya sejak krisis meletus, Mahathir kemarin mengatakan dia ingin membentuk pemerintah persatuan dan bersedia kembali duduk sebagai PM jika memiliki cukup dukungan - tetapipara pemimpin politik menolak gagasan itu.

Drama ini dimulai pada akhir pekan lalu ketika beberapa anggota parlemen dari koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa saat itu berusaha bergabung dengan kelompok-kelompok oposisi dan membentuk pemerintahan baru.

Mahathir dan Anwar membentuk politik Malaysia, namun Mahathir sempat memecat Anwar sebagai wakilnya, dan Anwar dipenjara dengan tuduhan sodomi.

Mereka berdamai sebelum pemilu 2018 untuk menggulingkan koalisi Najib Razak, yang dijatuhi tuduhan korupsi.

Namun banyak pihak ragu Mahathir akan berpegang pada sumpahnya untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda