Makin Canggih, Iran Gunakan Rudal Pertahanan Baru Rontokkan Drone Mata-Mata AS
Arash-e Kamangir diambil dari nama pahlawan dalam mitologi Persia yang digambarkan dalam cerita rakyat, menembakkan panah untuk menarik garis perbatasan antara Iran dan Asia Tengah.
Mark Hilborne, dosen senior sekolah studi keamanan King's College London, Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, meskipun sangat sedikit informasi tentang Arash-e Kamangir, serangan itu akan sesuai dengan pola perlawanan Iran yang lebih luas.
“Iran menjadi cukup mandiri dalam berbagai bentuk desain rudal dan, seperti Ukraina, cerdik dalam mengubah ekonomi peperangan. Sistem yang murah dan sederhana dapat mengancam sistem yang jauh lebih kompleks,” ujarnya.
Penggunaan drone Reaper oleh AS menunjukkan, Negeri Paman Sam akan mengandalkan rudal yang harganya lebih mahal daripada untuk menyerang Iran.
Sementara Iran tetap menggunakan drone Shahed yang jauh lebih murah, memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang dalam konflik yang berkepanjangan.
Editor: Anton Suhartono