Malaysia Peringatkan Kenaikan Tingkat Rawat Inap Covid akibat Pelonggaran Perjalanan
KUALA LUMPUR, iNews.id – Malaysia memperingatkan adanya peningkatan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit Covid-19 meskipun kondisi pandemi secara keseluruhan menunjukkan perbaikan.
Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin mengatakan, izin masuk Lembah Kelang meningkat sejak larangan perjalanan antarnegara bagian diringankan pada 11 Oktober. Kondisi ini memungkinkan pergerakan lebih bebas bagi warga yang mendapatkan vaksin penuh. Negara Bagian Sarawak juga menglami lonjakan izin masuk.
"Kesimpulan hari ini adalah kami di Kementerian Kesehatan sedang melihat beberapa indikator utama dan itu menunjukkan tren kenaikan (izin masuk) dan itu mengkhawatirkan," kata Khairy, Kamis (21/10/2021).
Kementerian melihat lebih dalam kasus ini untuk memastikan bahwa kasus serius Covid-19 di rumah sakit berkurang.
Khairy melanjutkan akan mulai menawarkan suntikan booster kepada mereka yang sudah mendapat Sinovac setidaknya 3 bulan. Prioritas diberikan sesuai dengan evaluasi risiko. Suntikan booster, lanjut dia, akan heterolog, yakni menggunakan vaksin Pfizer.
Sementara itu bagi individu berisiko tinggi akan mendapatkan booster setidaknya 6 bulan setelah mendapatkan suntikan penuh dua dosis.
Dalam sepekan terakhir, kasus kumulatif Covid-19 Malaysia turun 17,9 persen, dan tingkat kejadian per 100.000 orang turun 20,9 persen. Selain itu kasus kematian turun 15,3 persen pada pekan lalu, tren penurunan 5 pekan berturut-turut.
Positivity rate juga turun, rata-rata lebih dari 12 persen saat puncak infeksi pada Agustus menjadi 4,28 persen pada Kamis kemarin. Ini menunjukkan pandemi telah relatif berhasil dikendalikan sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kasus aktif juga menurun tajam dari puncaknya pada Agustus yakni lebih dari 260.000 orang menjadi 83.223 pada Rabu lalu.
Malaysia mencatat 6.210 kasus infeksi pada Kamis, sedikit naik setelah 3 hari tercatat lebih dari 5.000 kasus. Malaysia sejauh ini melaporkan total 28.138 kasus kematian.
Malaysia membuka kembali perbatasan antarnegara bagian untuk pertama kalinya sejak Januari lalu, memberikan dorongan perekonomian serta pariwisata dalam negeri. Pelonggaran tersebut mengikuti keputusan pemerintah untuk mengubah strategi dalam memperlakukan Covid-19 sebagai endemik, yang berarti hidup berdampingan bersama virus corona sembari mengelola sistem perawatan kesehatan.
Sementara itu hampir seluruh warga atau 94,2 persen populasi dewasa sudah mendapatkan vaksin penuh. Secara total 71,2 persen penduduk Malaysia sudah disuntik dosis penuh. Selain dewasa, Malaysia juga menyuntik kalangan remaja.
Editor: Anton Suhartono