Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lempar Bom ke Rumah Wali Kota New York Mamdani, 2 Pria Ngaku Terinspirasi ISIS
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Dubes AS untuk Yaman Jadi Penanggung Jawab Implementasi Gencatan Senjata Gaza

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:19:00 WIB
Mantan Dubes AS untuk Yaman Jadi Penanggung Jawab Implementasi Gencatan Senjata Gaza
Mantan Dubes AS untuk Yaman Steven Fagin ditunjuk menjadi kepala Pusat Koordinasi Sipil-Militer untuk memastikan implementasi gencatan senjata Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Mantan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Yaman, Steven Fagin, ditunjuk menjadi kepala Pusat Koordinasi Sipil-Militer untuk memastikan implementasi perdamaian di Jalur Gaza.

Tugas utama Fagin adalah memastikan 20 poin rencana perdamaian Gaza usulan Presiden AS Donald Trump benar-benar diterapkan.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengumumkan penunjukan Fagin yang akan berkantor di Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengunjungi kantor Pusat Koordinasi Sipil-Militer Kiryat Gat, 56 km sebelah selatan Kota Tel Aviv, Jumat (24/10/2025). Dia mengatakan keeberadaan pusat koordinasi tersebut mencerminkan optimisme tentang kemajuan dalam penegakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza.

Fagin merupakan diplomat karier yang  menjabat sebagai Dubes AS untuk Yaman sejak 2022. Tugas barunya adalah mengoordinasikan upaya AS dan mitra-mitranya, bersama para perwira militer, untuk memastikan gencatan senjata yang langgeng di Gaza.

Para pejabat senior AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta negosiator Jared Kushner, juga telah mengunjungi kantor tersebut pekan ini, menandakan komitmen AS terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Gencatan senjata tahap pertama di Gaza berlaku sejak 10 Oktober lalu. Di dalamnya termasuk pengimplementasian beberapa poin kesepakatan damai usulan Trump, seperti pertukaran tahanan, penarikan pasukan Israel, dan masuknya bantuan kemanusiaan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut