Manuver Militer China Makin Menjadi-jadi, Taiwan: Ini Provokasi Serius

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 11 September 2020 - 03:02 WIB
Manuver Militer China Makin Menjadi-jadi, Taiwan: Ini Provokasi Serius

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu. (Foto: AFP)

TAIPEI, iNews.idTaiwan mengutuk tindakan China mengerahkan jet militer menembus zona pertahanan udara negara pulau itu selama dua hari berturut-turut dalam pekan ini. Taiwan menyebut manuver Tiongkok itu sebagai “provokasi serius”.

Pihak berwenang Taiwan mengatakan, beberapa jet China masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan selama latihan militer skala besar China pada Rabu (9/9/2020) dan Kamis (10/9/2020) ini. Di antara jet milik Tiongkok yang dianggap memprovokasi Taipei itu termasuk pesawat tempur Su-30, pesawat tempur J-10, dan pesawat antikapal selam Y-8.

“Manuver militer oleh Pemerintah China merupakan provokasi serius bagi Taiwan dan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Taiwan dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Kamis (10/9/2020).

“Hari ini, Tentara China telah memilih untuk melakukan latihan di dekat Taiwan; besok mungkin terlibat dalam ancaman serupa di dekat negara lain,” kata kementerian itu.

ADIZ membentang di luar wilayah udara Taiwan dan digunakan untuk memberikan peringatan dini tentang kemungkinan serangan dari pihak luar. China juga mempertahankan zona pertahanan udara serupa.

Kemlu Taiwan menuduh China menimbulkan ketidakstabilan ekstrem di kawasan ADIZ itu dan mendesak masyarakat internasional untuk memperhatikan agresivitas Tiongkok yang semakin meningkat. “Taiwan tidak mencari konfrontasi, tetapi juga tidak akan mundur,” kata Kemlu Taiwan lagi dalam pernyataannya.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, juga menyampaikan kecaman atas provokasi China itu. Dia menyebut tindakan Beijing itu sebagai ancaman terhadap negara dan perdamaian regional.

China mengklaim Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya. Negara komunis itu pun telah berjanji untuk merebut Taiwan suatu hari nanti, bahkan dengan kekerasan jika perlu.

Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik, ekonomi dan militer terhadap Taiwan sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen pada 2016. Sang presiden cukup gigih menolak untuk mengakui Taiwan sebagai bagian dari sistem “Satu China” seperti yang dikehendaki Tiongkok.

Editor : Ahmad Islamy Jamil