Masjid di Prancis Diancam Bakal Dibakar, Mendagri: Ini Tak Dapat Diterima

Antara, Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 21 Oktober 2020 - 23:06 WIB
Masjid di Prancis Diancam Bakal Dibakar, Mendagri: Ini Tak Dapat Diterima

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin. (Foto: AFP)

BORDEAUX, iNews.id – Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, meminta otoritas daerah agar menugaskan polisi untuk menjaga masjid di Kota Bordeaux dan Beziers yang terletak di wilayah barat daya negara itu. Permintaan tersebut menyusul adanya ancaman atau tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim setempat.

“Tindakan (ancaman) semacam itu tidak dapat diterima di tanah Republik (Prancis),” ungkap Darmanin lewat akun Twitter-nya, Rabu (21/10/2020), dikutip Reuters.

Radio France Bleu melalui situsnya pada Selasa (20/10/2020) malam mengabarkan, pimpinan Masjid ar-Rahma di Kota Bezier menyampaikan laporan kepada polisi menyusul sejumlah pesan kebencian di Facebook yang ditujukan kepada masjid itu. Ancaman tersebut di antaranya berupa seruan untuk membakar masjid.

Ancaman itu muncul hanya beberapa hari setelah remaja Chechnya memenggal seorang guru sejarah Prancis karena memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad di kelas di salah satu sekolah menengah di barat laut Prancis.

France Bleu menampilkan sebuah pesan Islamofobia di Facebook—yang kini telah dihapus—yang mendesak agar penghormatan diberikan kepada guru korban pemenggalan dengan cara membakar masjid di Beziers.

Perdana Menteri Jean Castex pada Selasa kemarin mengatakan kepada parlemen bahwa Prancis membutuhkan undang-undang yang melarang membahayakan nyawa orang lain melalui jaringan media sosial.

Insiden masjid dibakar atau menjadi sasaran vandalisme bukan hal yang asing di Eropa. Aksi Islamofobia pun makin marak di benua itu, yang sebagian di antaranya dibungkus dengan dalih kebebasan berekspresi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua