Media China Sebut Jack Ma Anggota Partai Komunis

Anton Suhartono ยท Selasa, 27 November 2018 - 13:21 WIB
Media China Sebut Jack Ma Anggota Partai Komunis

Jack Ma (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pendiri perusahaan e-commerce Alibaba yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, Jack Ma, ternyata masuk dalam daftar anggota Partai Komunis.

Keanggotaan tulen Jack Ma di Partai Komunis pertama kali diungkap surat kabar People's Daily dalam artikel mengulas para pengusaha yang berkontribusi terhadap pembangunan negara.

Selain Jack Ma, masuk pula miliarder lain seperti pengusaha properti Xu Jiayin dan pendiri Wanda Group, Wang Jianlin.

Tentu saja kabar ini mengejutkan, mengingat sebelumnya Jack Ma menegaskan tidak ingin terlibat dalam politik.

Dalam artikel yang diterbitkan Senin (26/11/2018), People's Daily melaporkan, Jack Ma merupakan anggota partai yang telah memainkan peran penting dalam mendorong terbentuknya infrastruktur perdagangan China Belt and Road, proyek yang digagas Presiden Xi Jinping.

Tak hanya itu, Jack Ma juga dipuji sebagai salah satu sosok yang berperan dalam pembangunan sosialisme berkarakteristik China di Provinsi Zhejiang, tempat Alibaba berkantor pusat.

Bergabung dalam partai Komunis dapat membantu pengusaha di China untuk mengembangkan usaha mereka di lingkungan bisnis yang rumit, di mana negara mendominasi perekonomian, termasuk sektor industri. Tak heran jika sulit bagi pihak swasta untuk bisa diterima.

Xi memperluas pengaruh Partai Komunis dengan masuk ke perusahaan-perusahaan swasta. Perusahaan yang di dalamnya memiliki lebih dari tiga anggota partai diharuskan membentuk sel partai.

Kini, tiga dari empat perusahaan swasta di China sudah memiliki kepengurusan partai sendiri. Di dalam perusahaan swasta, sel-sel partai harus memandu dan mengawasi perusahaan agar mematuhi undang-undang dan peraturan negara.

"Kami harus bekerja dengan baik dalam pendidikan dan manajemen anggota partai serta membimbing mereka untuk memainkan peran aktif," kata Xi, beberapa waktu lalu.

Jack Ma tidak mengungkap soal keanggotaannya di Partai Komunis dalam dokumen yang diajukan saat penawaran umum perdana Alibaba di New York Stock Exchange pada 2014. Tidak diketahui pula apakah saat itu Jack Ma sudah menjadi anggota partai atau belum.

Juru bicara Alibaba menolak berkomentar terkait hal ini.

Pria yang sudah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai bos Alibaba mulai tahun depan itu sebelumnya mengatakan ingin membantu negara, tapi tak ingin terlibat dalam mengaturnya.

"Filosofi saya adalah mencintai pemerintah, tetapi tidak pernah menikahinya," katanya, di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Namun aturan partai mengharuskannya memberikan kesetiaan. Setiap anggota partai juga harus mengangkat tangan kanan dan mengucapkan sumpah saat bergabung.

"Setia kepada partai, bekerja secara aktif, berjuang untuk komunisme seumur hidup, selalu siap mengorbankan segalanya untuk partai dan rakyat, dan jangan pernah mengkhianati partai," bunyi sumpah anggota partai.


Editor : Anton Suhartono