Meksiko Dapat Untung dari Konflik Rusia-Ukraina, kok Bisa?

Umaya Khusniah · Selasa, 22 Maret 2022 - 11:59:00 WIB
Meksiko Dapat Untung dari Konflik Rusia-Ukraina, kok Bisa?
Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan Meksiko akan diuntungkan secara ekonomi dari konflik Rusia-Ukraina. (Foto: Reuters)

MEXICO CITY, iNews.id - Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan Meksiko akan diuntungkan secara ekonomi dari konflik Rusia-Ukraina. Meksiko akan menjadi negara dengan peluang investasi asing tertinggi terbaik di dunia. 

Hal ini disampaikan Obrador pada Senin (21/3/2022). Menurutnya, Meksiko akan menjadi daya tarik utama bagi investasi asing karena perang Rusia di Ukraina.

Mengutip laporan keuangan yang tidak disebutkan namanya, Obrador mengatakan, Meksiko serta negara-negara berkembang lainnya diperkirakan akan mengalami arus masuk investasi asing yang signifikan. Pasalnya, modal yang telah ditujukan untuk Rusia dapat dipindahkan ke negaranya.

"Dengan krisis ekonomi baru akibat perang ini, Meksiko telah menjadi, jika bukan yang pertama, kemudian negara kedua atau ketiga dengan peluang investasi terbesar di dunia," kata presiden.

Selama konferensi pers, Obrador berbicara tentang pembukaan Bandara Internasional Felipe Angeles. Ini merupakan bandara internasional baru di negara itu. Proyek ini juga telah menimbulkan kontroversi dan spekulasi di industri penerbangan negara itu.

Dia menekankan, Meksiko melihat manfaat tambahan dari perang di Ukraina dan ketidakstabilan di Eropa dan dunia. Negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi berkembang kini telah tergusur.

"Sekarang telah terjadi perpindahan, dan untungnya, negara kita berada di tingkat pertama. Jadi ini berarti lebih banyak investasi, pertumbuhan, lebih banyak lapangan kerja, dan oleh karena itu penerbangan komersial dan kargo akan sepenuhnya diaktifkan kembali," katanya.

Menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dunia telah mengalami guncangan ekonomi dan keuangan yang cukup besar. Jika berkelanjutan, dapat mengurangi pertumbuhan PDB global lebih dari satu poin persentase pada tahun berikutnya. 

Perang Rusia melawan Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah dikecam habis-habisan oleh komunitas internasional. Invasi juga ditanggapi dengan sanksi dan kontrol ekspor Barat dan sekutu. Kejatuhan ekonomi telah diperburuk oleh eksodus perusahaan global dari Rusia.

Setidaknya 925 warga sipil tewas selama perang dan 1.496 terluka, menurut penghitungan PBB. Namun, badan internasional itu memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya "jauh lebih tinggi."

Editor : Umaya Khusniah

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda