Mengapa Amerika Membentuk Departemen Perang?
JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat keputusan mengejutkan, yakni akan mengubah nama Departemen Pertahanan AS menjadi Departemen Perang. Rencana itu akan direalisasikan dalam beberapa pekan mendatang.
Ini bukan nama baru, sebelumnya Pentagon, merujuk pada bentuk markas besar departemen berbentuk segi lima, memang mengusung nama Departemen Perang, yakni sejak presiden pertama AS George Washington.
Pembentukan Departemen Perang (Department of War) di AS memiliki akar sejarah panjang yang tak bisa dilepaskan dari perjuangan kemerdekaan, dinamika politik global, hingga kebutuhan untuk membangun negara yang kuat.
Lembaga ini dibentuk pada 7 Agustus 1789, hanya beberapa tahun setelah Amerika merdeka dari Inggris.
Warisan Revolusi Amerika
Setelah berhasil meraih kemerdekaan pada 1776, Amerika Serikat menghadapi tantangan besar: bagaimana mempertahankan kedaulatan dari ancaman asing, terutama Inggris yang masih memiliki kekuatan militer besar di Atlantik Utara.
Para pendiri negara menyadari bahwa tanpa organisasi militer yang terstruktur, kemerdekaan bisa terancam sewaktu-waktu. Departemen Perang pun lahir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untuk mengatur tentara, pertahanan, dan logistik perang.
Mengelola Tentara dan Keamanan Nasional
Pada masa awal, Departemen Perang bertugas mengawasi Angkatan Darat dan mengurus pembangunan benteng, persenjataan, serta pelatihan pasukan. Lembaga ini menjadi pusat kendali dalam memastikan militer Amerika siap menghadapi serangan dari luar negeri maupun menjaga stabilitas dalam negeri.
Peran ini sangat vital karena Amerika masih negara muda yang rapuh dan belum memiliki kekuatan militer besar.
3. Ancaman Global dan Perluasan Wilayah
Sepanjang abad ke-19, Amerika semakin terlibat dalam konflik internasional dan ekspansi wilayah, seperti Perang 1812 melawan Inggris, Perang Meksiko (1846–1848), hingga Perang Saudara (1861–1865). Semua itu mempertegas kebutuhan akan institusi khusus yang fokus mengatur strategi perang, perekrutan tentara, hingga pembangunan infrastruktur militer.