Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Dahsyat di Thailand Tewaskan 145 Orang, Rendam 9 Provinsi
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Bom Klaster yang Digunakan Thailand Serang Kamboja

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:32:00 WIB
Mengenal Bom Klaster yang Digunakan Thailand Serang Kamboja
Konflik Thailand dan Kamboja semakin memanas, salah satunya terkait penggunaan bom klaster (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Konflik Thailand dan Kamboja semakin memanas. Hingga hari ketiga pertempuran, Sabtu (26/7/2025), tidak ada tanda-tanda mereda. Militer Thailand melancarkan serangan terbaru pada Sabtu dini hari ke Provinsi Pursat, Kamboja, menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk 8 warga sipil.

Kedua negara juga saling tuduh sengaja melanggar kejahatan perang dan kejahatan humaniter internasional termasuk Konvensi Jenewa karena menargetkan warga sipil dalam serangan. Tentu saja kedua pihak membantah tuduhan tersebut.

Selain itu, yang cukup mengejutkan, Kamboja menuduh Thailand menggunakan bom klaster yang penggunaannya dilarang oleh sebagian besar negara di dunia.

Penggunaan bom ini dilarang karena dampaknya yang sangat luas dan menghancurkan terhadap warga sipil, bahkan setelah perang selesai. Selain itu sangat mungkin ada amunisi yang belum meledak saat dijatuhkan dari udara, kemudian mengendap lama sampai mengenai warga sipil.

Mengenal Bom Klaster

Bom klaster merupakan tabung yang membawa puluhan bom kecil yang dikenal juga sebagai subamunisi. Tabung bisa dijatuhkan dari pesawat, diluncurkan dari rudal, atau ditembakkan dari artileri, atau peluncur roket. 

Selanjutnya, tabung pecah pada ketinggian yang sudah ditentukan, bergantung pada area target yang dituju kemudian bom-bom kecil di dalamnya tersebar di area itu. Bom juga dikendalikan dengan pengatur waktu sehingga bisa meledak lebih dekat ke tanah.

Saat meledak, bom akan menyebarkan pecahan peluru yang dirancang untuk membunuh pasukan atau menghancurkan kendaraan lapis baja seperti tank dalam area yang luas. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut