Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Dahsyat di Thailand Tewaskan 145 Orang, Rendam 9 Provinsi
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Bom Klaster yang Digunakan Thailand Serang Kamboja

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:32:00 WIB
Mengenal Bom Klaster yang Digunakan Thailand Serang Kamboja
Konflik Thailand dan Kamboja semakin memanas, salah satunya terkait penggunaan bom klaster (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Banyak Negara Melarang Bom Klaster?

Diketahui, bom klaster dilarang oleh lebih dari 100 negara. Hal ini karena bahaya yang ditimbulkannya untuk warga sipil. Biasanya bom klaster melepaskan banyak bom kecil yang bisa membunuh tanpa pandang bulu di area yang luas. 

Tak hanya itu, bom yang tidak aktif bisa bertahan di tanah selama bertahun-tahun sebelum meledak.

Kelompok hak asasi manusia bahkan menggambarkan bom klaster atau munisi tandan senjata yang “menjijikkan” serta penggunaannya sebagai kejahatan perang.

Sebagian negara di dunia telah melarang penggunaan senjata ini melalui Konvensi Munisi Tandan (CCM) yang melarang penimbunan, produksi, hingga pengirimannya.  Di antara negara yang tidak menandatangani konvensi ini termasuk Thailand, di samping Amerika Serikat, Ukraina, Rusia, serta 71 negara lain.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut