Mengenal Majelis Para Raja Malaysia di Balik Terpilihnya Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri
KUALA LUMPUR, iNews.id - Raja Malaysia Sultan Abdullah menggelar pertemuan dengan Majelis Raja-Raja Malaysia di tengah kebuntuan politik pasca-pemilu. Sultan meminta pendapat dari para penguasa dari sembilan negara bagian mengenai pembentukan pemerintahan Malaysia yang baru.
Lantas apa yang dimaksud Majelis Raja-Raja Malaysia? Dilansir dari Straits Times, Majelis Raja-Raja Malaysia merupakan dewan yang terdiri atas sembilan penguasa negara bagian yakni Melayu Negeri Sembilan, Selangor, Perlis, Terengganu, Kedah, Kelantan, Pahang, Johor, dan Perak.
Selain itu, juga ada gubernur dari empat negara bagian lainnya yakni Penang, Melaka, Sabah dan Sarawak. Namun, pertemuan khusus hari ini hanya mengumpulkan sembilan penguasa Melayu. Maka dari itu biasa disebut juga Majelis Raja Melayu.
Para pemimpin tersebut merupakan penguasa Melayu turun-temurun dan pemimpin Islam di masing-masing sembilan negara bagian mayoritas Melayu. Sebagai raja, mereka melakukan sebagian besar peran seremonial.
Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia, Penantian Panjang yang Terpenuhi
Namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka harus campur tangan dalam krisis politik yang terjadi sejak Februari 2020.
Di bawah Konstitusi Federal, Majelis Raja-Raja telah diinvestasikan dengan sejumlah fungsi konstitusional utama, termasuk hak veto atas beberapa amandemen konstitusi, hak untuk berkonsultasi pada beberapa penunjukan pemerintah utama dan hak untuk membahas kebijakan nasional, termasuk hal-hal yang berkaitan terhadap Islam dan keistimewaan Melayu.
Profil Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia yang Kenyang Cicipi Getirnya Hidup di Penjara
Gubernur negara-negara bagian lain tidak berpartisipasi ketika Majelis Raja-Raja digelar untuk memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan atau pencopotan Raja atau wakilnya, yang berkaitan dengan hak istimewa penguasa Melayu dan yang berkaitan dengan ketaatan pada Islam.
Sultan Abdullah telah bertemu sesama penguasa pada pertemuan khusus Majelis Raja-Raja di istana nasional pada Kamis. Tujuannya untuk meminta pendapat dari penguasa tentang kebuntuan dalam pembentukan pemerintahan federal.
Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia, Dilantik Sore Ini
Sebelumnya, Raja telah mencoba untuk membentuk pemerintahan persatuan yang terdiri atas Pakatan Harapan (PH) dan Perikatan Nasional (PN). Sayangnya upaya itu gagal.
PH pimpinan Anwar Ibrahim meraih 82 kursi parlemen dan PN pimpinan Muhyiddin Yassin meraih 73 kursi. Padahal, harus ada minimal 112 kursi untuk memenangkan kendali dari 222 parlemen.
Barisan Nasional Isyaratkan Dukung Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia
Pimpinan puncak Umno yang berkuasa pada Kamis menyetujui keputusan Raja Malaysia untuk membentuk pemerintahan persatuan. Ini membawa Anwar selangkah lebih dekat ke jabatan perdana menteri yang telah ditunggunya selama hampir 25 tahun.
Namun Muhyiddin menegaskan telah menolak tawaran dari Raja untuk PN dan PH bekerja sama dalam membentuk pemerintahan persatuan.
Hingga akhirnya, Istana Negara menyatakan, Raja Malaysia Sultan Abdullah telah menunjuk Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri dan akan dilantik nanti sore sekitar pukuk 17.00 waktu setempat (16.00 WIB).
Editor: Umaya Khusniah