Mengenal Pasar Induk Xinfadi, Cluster Baru Virus Corona di China

Anton Suhartono ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 18:23 WIB
Mengenal Pasar Induk Xinfadi, Cluster Baru Virus Corona di China

Pasar induk Xifandi di Beijing menjadi cluster baru penularan virus corona (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Sejak awal, virus corona identik dengan pasar. Asal usul virus mematikan ini diyakini berasal dari pasar seafood dan daging di Kota Wuhan, China.

Kini pasar kembali menjadi sorotan di Beijing setelah munculnya kasus baru dalam beberapa hari terakhir.

Sebagian besar kasus Covid-19 terbaru yang dilaporkan di Beijing sejak akhir pekan lalu terkait dengan Xinfadi, pasar induk yang menjual daging, buah-buahan, dan sayur mayur, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (17/6/2020).

Pasar Xinfadi didirikan pada 1988 di Beijing selatan, tepatnya saat itu dikenal dengan Desa Xinfadi. Daerah tersebut sejak lama dikenal sebagai pusat perkebunan sayur.

Pasar Xinfadi memasok sekitar 70 persen sayuran, 10 persen daging babi, dan 3 persen daging sapi dan kambing ke Kota Beijing.

Awalnya pasar ini berdiri di lahan seluas 1 hektare dan hanya mempekerjakan 15 staf administrasi. Namun kelamaan berkembang menjadi pasar grosir terbesar untuk produk pertanian di Beijing.

Dalam 30 tahun terakhir, luas pasar tersebut juga berkembang menjadi 112 hektare dengan 1.500 staf.

Di dalamnya ada sekitar 2.000 kios dan lebih dari 4.000 tenant yang menjual 18.000 ton sayuran, 20.000 ton buah-buahan, dan 1.500 ton seafood, di samping daging dan produk pertanian lain setiap hari.

Tahun lalu, Xinfadi mencatat transaksi 17,5 juta ton dengan omzet 131,9 miliar yuan.

Namun sejak Sabtu pekan lalu, Pasar Xinfadi ditutup setelah munculnya kasus baru Covid-19.

Namun otoritas Beijing memilih lokasi perdagangan baru untuk memastikan pasokan kebutuhan bagi warga Beijing tak berhenti. Sebelum ditutup, ada sekitar 10.000 orang  yang masuk dan keluar setiap hari, meningkatkan kekahwatiran bagi otoritas akan adanya lonjakan kasus lagi.

Editor : Anton Suhartono