Mengerikan, Ini Penampakan Ratusan Kerangka Manusia Korban Terjangan Lahar Gunung di Italia

Anton Suhartono ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 08:24:00 WIB
Mengerikan, Ini Penampakan Ratusan Kerangka Manusia Korban Terjangan Lahar Gunung di Italia
Ratusan kerangka manusia ditemukan di situs arkeologi Ercolano, Italia, korban letusan unung pada tahun 79 Masehi (Foto: Sipa USA via Reuters)

MILAN, iNews.id - Foto kerangka manusia korban letusan Gunung Vesuvius di Italia dirilis. Mereka terebus hidup-hidup oleh lahar bersuhu ratusan derajat Celsius serta dierjang awan panas dan menghirup gas beracun dalam musibah mengerikan yang merenggut lebih dari 2.000 nyawa pada tahun 79 Masehi.

Ratusan kerangka pria, diyakini berusia 40 tahunan, ditemukan para arkeolog di situs Ercolano, Herculaneum, Italia. Para ilmuwan yakin, kerangka yang ditemukan hanya beberapa meter dari laut itu, mencoba lari dari kejaran lahar bersuhu 500 derajat Celsius, awan panas, serta gas beracun.

Dari posisi terakhir, tampak wajah korban menghadap ke atas, menunjukkan berusaha menghindari asap beracun, sementara tubuhnya diterjang lahar.

"Pada suhu 500 derajat C, otak dan darah mendidih serta daging menguap, meninggalkan tulang yang membutuhkan suhu 1.000 C untuk bisa membakarnya," kata ahli biologi, Pierpaolo Petrone.

Arkeolog Francesco Sirano menambahkan, sebagian besar kerangka di Herculaneum dalam posisi telungkup, menunjukkan mereka mencoba menjangkau perahu. Namun ada juga yang berbalik badan karena mendengar deru awan panas menuju mereka dalam kecepatan 100 kilometer per jam.

Sirano dan timnya menggunakan potongan logam untuk memotong lava yang sudah menjadi batu. Di dalamnya terdapat kerangka pria yang terperangkap selama hampir 2.000 tahun. Dia tampak mencengkeram tas kulit berisi kotak kayu yang di dalamnya ada sebuah cincin.

Kerangka itu ditemukan pada Oktober lalu namun baru diungkap dalam konferensi pers Rabu (1/12/2021). Pria yang diyakini sebagai korban terakhir dari letusan gunung ditemukan di lokasi yang sama serta 300 korban lainnya yang berlindung dengan harapan diselamatkan perahu.

Editor : Anton Suhartono

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda