Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WHO Tetapkan Wabah Ebola sebagai Darurat Global, 80 Orang Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Ternyata Belum Ada Obat maupun Vaksin

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:51:00 WIB
Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Ternyata Belum Ada Obat maupun Vaksin
Virus Ebola di Kongo yang saat ini mewabah tidak ada obat dan vaksinnya. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

ITURI, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DR Congo) sebagai darurat kesehatan global. Yang mengejutkan, virus Ebola yang kini menyebar di wilayah tersebut ternyata belum memiliki obat maupun vaksin yang disetujui.

WHO menyebut wabah kali ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang hingga sekarang belum memiliki penanganan medis khusus.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi di lapangan. Menurut dia, masih ada ketidakpastian besar mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi dan luas penyebaran wabah tersebut.

Wabah Ebola di Kongo jadi perhatian utama WHO sekarang. (Foto: X)
Wabah Ebola di Kongo jadi perhatian utama WHO sekarang. (Foto: X)

Data WHO mencatat sekitar 246 kasus suspek Ebola telah ditemukan dengan sedikitnya 80 orang meninggal dunia. Delapan kasus di antaranya sudah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Penyebaran wabah terjadi di Provinsi Ituri, wilayah timur DR Congo, termasuk di Kota Bunia serta kawasan pertambangan emas Mongwalu dan Rwampara. Aktivitas masyarakat yang tinggi di wilayah tambang membuat risiko penularan semakin besar.

Kondisi makin mengkhawatirkan setelah dua kasus Ebola juga terdeteksi di Uganda, negara tetangga DR Congo. Seorang pria berusia 59 tahun dilaporkan meninggal dunia usai dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola.

WHO memperingatkan negara-negara yang berbatasan langsung dengan DR Congo berada dalam risiko tinggi akibat mobilitas penduduk, perdagangan, dan perjalanan lintas negara yang sangat aktif.

Lembaga kesehatan dunia itu meminta pemerintah segera memperketat pengawasan, mempercepat pelacakan kontak pasien, serta melakukan isolasi terhadap penderita untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Virus ini pertama kali ditemukan pada 1976 di wilayah yang kini menjadi DR Congo dan diyakini berasal dari kelelawar.

Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau melalui luka terbuka pada kulit. Gejalanya dimulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, lalu berkembang menjadi muntah, diare, pendarahan, hingga gagal organ.

WHO menyebut tingkat kematian Ebola rata-rata mencapai sekitar 50 persen. Dalam beberapa kasus, angka kematian bahkan bisa jauh lebih tinggi jika pasien terlambat mendapatkan penanganan.

Sepanjang 50 tahun terakhir, sekitar 15.000 orang di berbagai negara Afrika dilaporkan meninggal akibat Ebola. Wabah paling mematikan di DR Congo pernah terjadi pada 2018 hingga 2020 dengan hampir 2.300 korban jiwa.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut