Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Latihan Berbulan-bulan Libatkan Ratusan Pesawat, Ini Cara Pasukan AS Tangkap Presiden Venezuela
Advertisement . Scroll to see content

Menhan AS Austin Ngaku Pernah Gunakan Bom Klaster, Sadar Bahaya yang Ditimbulkan

Minggu, 16 Juli 2023 - 10:01:00 WIB
Menhan AS Austin Ngaku Pernah Gunakan Bom Klaster, Sadar Bahaya yang Ditimbulkan
Lloyd Austin mengaku pernah gunakan bom klaster selama bertugas di militer (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengaku pernah menggunakan bom klaster atau amunisi tandan selama bertugas di militer. AS dikecam banyak pihak, termasuk negara-negara sekutunya di NATO, karena mengirim senjata kontroversial itu ke Ukraina.

Dalam wawancara dengan CNN di sela pertamuan NATO di Lithuania, Austin menjawab pertanyaan dari host, Wolf Blitzer, soal dampak bahaya penggunaan bom klaster.

"Iya, Wolf. Saya tahu cara kerja amunisi ini. Saya benar-benar pernah menggunakannya dalam pertempuran," katanya, seperti dilaporkan kembali Anadolu.

Austin tak menyebut kapan persisnya dia menggunakan bom klaster selama 41 tahun berdinas di militer. Hanya saja dia pernah bertugas di Divisi Infanteri Ke-3 Angkatan Darat saat invasi Irak pada 2003. 

Austin melanjutkan, Ukraina berjanji untuk melacak setiap penggunaan bom tersebut serta menahan diri untuk tidak menggunakannya di wilayah sipil. Selain itu para personel akan membersihkan lokasi serangan dari bom yang tak meledak jika situasi memungkinkan.

“Ukraina telah berkomitmen, secara tertulis, untuk memastikan amunisi ini hanya digunakan di tempat yang sesuai, tidak digunakan di pusat penduduk. Mereka akan mencatat setiap tempat penggunaan dan akan memprioritaskan upaya pembersihan ranjau. Kami akan membantu mereka melakukannya di lokasi-lokasi di mana mereka menggunakan amunisi ini," ujarnya.

Saat disinggung sampai kapan AS akan memasok bom klaster, Austin menegaskan AS ingin memastikan Ukraina memiliki senjata yang dibutuhkan.

Berdasarkan catatan Departemen Pertahanan AS (Pentagon), perang Irak adalah kali terakhir AS menggunakan amunisi tandan. Amunisi yang dikirim sama dengan yang dikirim ke Ukraina.

AS, Ukraina, dan Rusia tak ikut menandatangani Konvensi Amunisi Tandan pada 2008 yang berlaku efektif pada 2010. Konvensi itu sudah ditandatangani dan diratifikasi oleh 111 negara. Kesepakatan tersebut memuat larangan memproduksi, menggunakan, menimbun, serta mengirim bom klaster ke pihak lain.

Amunisi tandan bisa membahayakan warga sipil karena tak semua bom kecil meledak begitu dilepas dari induknya. Bom yang tak meledak bisa bertahan hingga puluhan tahun, terkubur di dalam tanah.

Selain itu, saat digunakan bom meledak di area luas yang bisa membunuh atau melukai siapa pun tanpa pandang bulu. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut