Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Skandal 'Lutut Wanita', PM Theresa May Segera Ganti Menhan Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Menhan Inggris Mundur, Ini Komentar Perempuan yang Disentuh Lututnya

Kamis, 02 November 2017 - 17:39:00 WIB
Menhan Inggris Mundur, Ini Komentar Perempuan yang Disentuh Lututnya
Julia Hartley Brewer (Foto: Independent.co.uk)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Mantan jurnalis Julia Hartley Brewer mengomentari pengunduran diri Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon sebagai tindakan yang konyol.

Fallon mengundurkan diri terkait dengan tindakannya yang memegang lutut Hartley beberapa kali saat jumpa pers dan makan malam di pesta Tory pada 2002. Saat itu Hartley masih menjadi jurnalis.

Hartley tidak menganggap hal itu sebagai masalah besar dan menjadi korban. Tindakan Fallon itu juga dianggapnya bukan sesuatu yang perlu ditindaklanjuti.

Kepada Sky News, Hartley tidak menyangka bahwa kasus ini menjadi besar dan menyebabkan seorang pejabat negara mengundurkan diri.

"Jika ini mengenai 'kneegate', menyentuh lutut saya 15 tahun lalu dan saya tidak merasa ada masalah dengan hal ini, ini benar-benar pengunduran diri menteri yang gila, menggelikan, dan konyol yang pernah ada," ungkapnya.

Dia pun tidak yakin dengan alasan yang disampaikan Fallon bahwa mengunduran diri ini terkait dengan dirinya

Fallon sudah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya itu kepada Hartley beberapa waktu lalu. Dia merupakan menteri pertama yang menjadi pembicaraan akibat melakukan perbuatan tidak senonoh.

Dalam surat pengunduran diri yang disampaikan ke Perdana Menteri Theresa May, dia menulis, beberapa sorotan ke pemerintah beberapa hari terakhir begitu tajam, termasuk perbuatannya terhadap Hartley.

Fallon menambahkan apa yang terjadi pada 2012 itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang anggota angkatan bersenjata, sebagai institusi terhormat.

Begitu mendengar pengunduran diri, Hartley mengirim pesan singkat kepada Fallon. Perempuan yang kini menjadi pengamat politik itu mengatakan, "Saya tidak ingin hidup di dunia yang steril, di mana setiap interaksi antara laki-laki dan perempuan menjadi alasan untuk mengundurkan diri keesokan harinya."

"Jika ada alasan lain mungkin pengunduran diri ini akan terdengar lebih masuk akal," tambahnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut