Menhan Kolombia Mundur Terkait Serangan Udara yang Menewaskan Anak-Anak

Anton Suhartono ยท Kamis, 07 November 2019 - 10:29 WIB
Menhan Kolombia Mundur Terkait Serangan Udara yang Menewaskan Anak-Anak

Guillermo Botero (Foto: AFP)

BOGOTA, iNews.id - Menteri Pertahanan Kolombia Guillermo Botero mengundurkan diri, Rabu (6/11/2019). Dia dituduh menutupi informasi soal tewasnya beberapa anak dalam serangan udara saat militer menyerang basis penjahat narkoba dan gerilyawan pembangkang di negara itu.

Pengumuman pengunduran diri ini disampaikan Botero setelah bertemu dengan Presiden Ivan Duque. Botero juga menghadapi kecaman dari parlemen.

"Hari ini, dalam pertemuan dengan presiden republik untuk menganalisis situasi politik, disetujui bahwa hal yang paling tepat adalah mengundurkan diri dari posisi menteri nasional pertahanan," kata Botero, dalam pernyataannya kemarin, seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/11/2019).

Pria 71 tahun dengan latar belakang pengacara itu sebelumnya juga dikritik karena dianggap tak berpengalaman mengisi jabatan menhan. Sementara itu Kolomnbia memiliki catatan konflik bersenjata cukup lama yakni 50 tahun terkait perdagangan narkoba.

Kritikan itu mencapai puncaknya ketika seorang senator oposisi menuduh Botero menutup-nutupi kematian 14 orang, termasuk delapan anak-anak, dalam serangan udara yang menargetkan para pembangkan dari kelompok bersenjata FARC.

Kelompok ini sebenarnya sudah menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah pada akhir 2016, namun ada sempalan yang tak setuju dan menggelorakan kembali perlawanan. Mereka juga diketahui menjalankan bisnis narkoba.

Botero sebelumnya melaporkan hanya sembilan orang yang tewas dan menegaskan tidak mengetahui ada anak di bawah umur ikut menjadi korban. Dia juga mengatakan semua yang terlibat dalam pertempuran merupakan pejuang yang direkrut oleh gerilyawan.


Editor : Anton Suhartono