Meninggal dalam Perjalanan Menuju Malaysia, Jenazah Pengungsi Rohingya Dilarung ke Laut

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 21:46 WIB
Meninggal dalam Perjalanan Menuju Malaysia, Jenazah Pengungsi Rohingya Dilarung ke Laut

Pengungsi Rohingya berdesakan di atas perahu yang membawa mereka mencari tempat perlindungan. (foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) mengonfirmasi kapal yang membawa pengungsi Rohingya telah berlabuh di Pulau Langkawi. Dalam perjalanannya, mereka terpaksa melarung jenazah yang meninggal dunia ke laut.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Rabu (24/6/2020) malam WIB, sebanyak 264 pengungsi Rohingya tiba di wilayah Malaysia pada 8 Juni lalu.

Awalnya, rombongan pengungsi Rohingya berjumlah 300 orang saat berpindah ke kapal yang lebih besar di dekat perbatasan Myanmar-Bangladesh pada Februari lalu untuk memulai perjalanan ke Malaysia.

"Tapi beberapa dari mereka meninggal di laut. (Jenazah) mereka dilarung ke laut," kata Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Mohd Zubil bin Mat Som.

Dari penuturan pengungsi Rohingnya, mereka menuju Malaysia terbagi dalam dua kapal. Namun, keberadaan 500 pengungsi Rohingya yang berada di Motherboat 1 belum diketahui. Pemerintah Malaysia menyatakan pihak otoritas berwenang kesulitan melacak lokasi kapal besar tersebut.

Malaysia merupakan rumah kedua bagi pengungsi Rohingya setelah Bangladesh. Namun, sejak merebaknya Covid-19 Malaysia sudah meminta dua kapal besar pembawa pengungsi Rohingya untuk putar balik serta menahan ratusan orang Rohingya tanpa dokumen jelas.

Langkah tersebut diambil setelah munculnya desakan dari dalam negeri untuk mencegah orang asing masuk karena dikhawatirkan mereka membawa Covid-19 dan membebani negara.

Zubil mengungkap bahwa ada harga yang sangat mahal harus dibayar oleh pengungsi Rohingya agar bisa masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal. Mereka diminta membayar 2.500 ringgit (Rp8,2 juta) kepada penyelundup supaya bisa meneruskan perjalanan ke Malaysia.

Setelah mendapatkan pekerjaan di Malaysia, para pengungsi Rohingya masih harus membayar tambahan antara 11.000-13.00 ringgit (Rp36,4-Rp43 juta).

Kebayakan pengungsi Rohingya yang menempuh perjalanan berbahaya ke Malaysia adalah perempuan. Mereka dijanjikan akan dinikahkan dengan pria Rohingya mapan di Negeri Jiran tersebut.

Sejak aksi penumpasan militer pada 2017 di Myanmar, pengungsi Rohingya berpindah-pindah tempat untuk mencari perlindungan setelah meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka berani mempertaruhkan nyawa mengarungi laut setelah tidak nyaman berada di kamp-kamp sesak di Bangladesh.

Editor : Arif Budiwinarto