Menkes Brasil Positif Covid saat Dampingi Presiden Bolsonaro di Sidang Umum PBB

Anton Suhartono ยท Rabu, 22 September 2021 - 09:49:00 WIB
Menkes Brasil Positif Covid saat Dampingi Presiden Bolsonaro di Sidang Umum PBB
Marcelo Queiroga dinyatakan positif Covid-19 saat mendampingi Presiden Jair Bolsonaro mengikuti Sidang Majelis Umum PBB di New York (Foto: Reuters)

BRASILIA, iNews.id - Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga dinyatakan positif Covid-19 saat menemani Presiden Jair Bolsonaro di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Hasil positif itu dipastikan beberapa jam setelah Queiroga bersama Bolsonaro menghadiri pertemuan di Markas Besar PBB, New York, Selasa (21/9/2021).

Kantor komunikasi pemerintah Brasil menyatakan, Queiroga kini menjalani karantina di New York.

"Menteri (Queiroga) baik-baik saja," bunyi pernyataan, seraya menambahkan hasil tes anggota delegasi lain negatif, dikutip dari Reuters, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu Queiroga dalam wawancara dengan CNN Brasil mengatakan dia tak pernah melepas masker selama berada di Markas Besar PBB.

Queiroga merupakan delegasi Brasil kedua di New York yang dinyatakan positif Covid-19. Seorang diplomat bagian dari tim awal yang yang mempersiapkan kunjungan Bolsonaro lebih dulu dinyatakan terpapar virus corona pada akhir pekan lalu dan kini menjalani isolasi.

Brasil sejak awal menjadi sorotan di Sidang Majelis Umum PBB ke-76. Pasalnya Presiden Jair Bolsonaro menolak divaksin Covid-19 meskipun itu syarat bagi delegasi untuk menghadiri pertemuan. Dia bahkan dengan bangga mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson belum divaksin.

Meski bisa memasuki AS, Bolsonaro tak bebas mengunjungi tempat yang dia inginkan di New York. Dalam foto viral Bolsonaro terpaksa memakan pizza di trotoar jalan New York bersama para pejabat Brasil lainnya karena restoran menolaknya.

Dalam pidatonya di PBB, Bolsonaro mengatakan pemerintahnya tidak mendukung penerapan paspor vaksin. Dia juga mendukung terapi terhadap pasien Covid-19 menggunakan obat yang belum terbukti secara ilmiah seperti antimalaria, hidroksikloroquin. 

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: