Menlu Israel Sebut Pencaplokan Tepi Barat Tak Mungkin Dilakukan pada 1 Juli
YERUSALEM, iNews.id - Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menegaskan pencaplokan tepi Barat tak mungkin dilakukan pada 1 Juli 2020. Ini mengindikasikan pertentangan antara dua kubu pemerintah, yakni Benjamin Netanyahu dengan Benny Gantz, mengenai rencana yang ditentang komunitas internasional tersebut.
Askhenazi merupakan orang dekat Gantz yang juga anggota Partai Biru dan Putih, seteru Netanyahu dalam pemilu sampai kedua pihak sepakat membentuk pemerintahan bersama.
"Saya rasa tidak akan terjadi hari ini," kata Ashkenazi, kepada radio militer Israel, seperti dilaporkan kembali Reuters.
Netanyahu dan Gantz berselisih mengenai waktu pelaksanaan pencaplokan Tepi Barat. Gantz yang juga menjabat menteri pertahanan menilai saat ini tak tepat karena bersamaan dengan pandemi virus corona.
3 Alasan Israel Batal Mencaplok Tepi Barat Hari Ini
Sementara itu Netanyahu, setelah bertemu utusan Amerika Serikat Avi Berkowitz pada Selasa (30/6/2020) membahas pencaplokan, mengatakan pembicaraan akan berlanjut selama beberapa hari mendatang.
"Ada pembicaraan sangat kuat dengan Israel mengenai rencana Trump (proposal perdamaian)," kata seorang pejabat AS.
Komisi I DPR Tolak Aneksasi Israel di Tepi Barat
Palestina ingin mendirikan negara merdeka di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang 1967.
Palestina dengan tegas menolak rencana perdamaian Donad Trump, terlebih dalam usulannya menyerahkan sepertiga Tepi Barat bagi Israel.
Indonesia Dapat Banyak Dukungan untuk Mencegah Israel Caplok Tepi Barat
Palestina tak sendir, mayoritas komunitas internasional, termasuk PBB dan Inggris, menentang rencana perampasan tanah itu dengan menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.
Editor: Anton Suhartono