Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel
Advertisement . Scroll to see content

Menlu Israel Sebut Pencaplokan Tepi Barat Tak Mungkin Dilakukan pada 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2020 - 18:50:00 WIB
Menlu Israel Sebut Pencaplokan Tepi Barat Tak Mungkin Dilakukan pada 1 Juli
Gabi Ashkenazi (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

YERUSALEM, iNews.id - Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menegaskan pencaplokan tepi Barat tak mungkin dilakukan pada 1 Juli 2020. Ini mengindikasikan pertentangan antara dua kubu pemerintah, yakni Benjamin Netanyahu dengan Benny Gantz, mengenai rencana yang ditentang komunitas internasional tersebut.

Askhenazi merupakan orang dekat Gantz yang juga anggota Partai Biru dan Putih, seteru Netanyahu dalam pemilu sampai kedua pihak sepakat membentuk pemerintahan bersama.

"Saya rasa tidak akan terjadi hari ini," kata Ashkenazi, kepada radio militer Israel, seperti dilaporkan kembali Reuters.

Netanyahu dan Gantz berselisih mengenai waktu pelaksanaan pencaplokan Tepi Barat. Gantz yang juga menjabat menteri pertahanan menilai saat ini tak tepat karena bersamaan dengan pandemi virus corona.

Sementara itu Netanyahu, setelah bertemu utusan Amerika Serikat Avi Berkowitz pada Selasa (30/6/2020) membahas pencaplokan, mengatakan pembicaraan akan berlanjut selama beberapa hari mendatang.

"Ada pembicaraan sangat kuat dengan Israel mengenai rencana Trump (proposal perdamaian)," kata seorang pejabat AS.

Palestina ingin mendirikan negara merdeka di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang 1967.

Palestina dengan tegas menolak rencana perdamaian Donad Trump, terlebih dalam usulannya menyerahkan sepertiga Tepi Barat bagi Israel.

Palestina tak sendir, mayoritas komunitas internasional, termasuk PBB dan Inggris, menentang rencana perampasan tanah itu dengan menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut