Menteri Israel Diusir Warga Dataran Tinggi Golan Pasca-Serangan: Pergi dari Sini, Penjahat!
TEL AVIV, iNews.id - Beberapa menteri Israel diusir oleh warga Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan, saat menghadiri pemakaman korban serangan roket, Minggu (28/7/2024). Serangan terhadap playground itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 35 lainnya.
Stasiun televisi Israel Channel 13 melaporkan, warga marah dengan kehadiran para pejabat, di antaranya Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. Mereka mengusir menteri sayap kanan yang juga sekutu dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu.
"Pergi dari sini, penjahat, kami tidak menginginkan kehadiran Anda di Golan," teriak seorang warga, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera.
"Kami ingin ketenangan dan kami tidak bisa mendapatkannya. Kami sudah capek dengan janji-janji Anda," demikian teriakan warga lainnya yang terdengar di kamera.
Israel Serukan Perang Lawan Lebanon, Begini Sikap Iran
Surat kabar terbesar Israel Ynet melaporkan, selain Smotrich, Menteri Perkonomian Nir Barkat, Menteri Lingkungan Hidup Idit Silman, dan Menteri Energi Eli Cohen, termasuk yang diusir warga.
Bukan hanya warga, militer Druze, komunitas Arab penduduk asli Dataran Tinggi Golan, ikut mengusir para menteri Israel itu.
Israel Balas Dendam, Jet-Jet Tempur Bombardir Beberapa Kota Lebanon
"Sekarang Anda datang ke sini. Dia tidak datang ke sini selama beberapa bulan. Satu drone di atas Tel Aviv akan menjungkirbalikkan Yaman. Mengapa Beirut masih ada sekarang?" katanya, kepada Menteri Barakat.
Seorang penduduk lainnya juga berteriak kepada para menteri, "Anda datang untuk menari di atas darah anak-anak kami."
Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggung jawab dalam serangan, namun pemerintah Israel menuduh kelompok Hizbullah Lebanon.
Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah strategis yang mempertemukan tiga negara yakni Lebanon, Israel, dan Yordania. Meski demikian, hukum internasional mengakuinya sebagai wilayah milik Suriah.
Dua per tiga wilayah tersebut telah diduduki Israel sejak Perang Enam Hari Arab-Israel pada 1967.
Suriah berupaya merebut kembali wilayah tersebut dalam perang pada 1973, namun gagal. Sejak itu pasukan pengawas PBB betugas di garis gencatan senjata.
Namun konflik terus meruncing karena Israel membangun permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan. Sejak Israel mencaploknya pada 1981, sekitar 20.000 pemukim ilegal Israel tinggal di sana, bersama sekitar 20.000 orang Arab Druze.
Editor: Anton Suhartono