Menteri Pendidikan Iran Diprotes Gara-Gara Hapus Gambar Anak Perempuan di Buku Pelajaran

Anton Suhartono ยท Selasa, 15 September 2020 - 22:02 WIB
Menteri Pendidikan Iran Diprotes Gara-Gara Hapus Gambar Anak Perempuan di Buku Pelajaran

Buku pelajaran matematika kelas 3 SD menghapus gambar ilustrasi 2 anak perempuan sehingga memicu protes (Foto: Iranintl)

TEHERAN, iNews.id - Menteri Pendidikan Iran Mohsen Haji Mirzayi meminta maaf kepada publik terkait sampul buku mata pelajaran matematika. Pasalnya, gambar ilustrasi dua anak perempuan yang biasanya ada di sampul buku dihapus, sehingga menyisakan tiga anak laki-laki.

Penghilangan gambar ilustrasi anak perempuan di buku pelajaran kelas 3 SD itu memicu protes luas di media sosial terkait diskriminasi gender.

Badan di kementerian yang bertanggung jawab dalam penerbitan buku menjelaskan, tak ada niatan diskiriminasi dengan menghilangkan gambar anak perempuan, namun sebagai upaya untuk membuat desainnya agar tidak terlalu ramai.

Kementerian pendidikan Iran menyatakan, sampul baru buku akan diubah pada tahun depan, sehingga menampilkan kembali gambar anak perempuan.

"Tindakan telah dilakukan untuk menghilangkan citra perempuan, oleh karena itu kami meminta maaf dan akan memperbaikinya," kata Haji-Mirzayi, seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/9/2020).

Seorang pejabat humas kementerian mengatakan, sampul buku yang baru akan diubah pada tahun ajaran berikutnya. Untuk saat ini buku-buku tersebut tak mungkin ditarik karena sudah didistribusikan. Buku pelajaran untuk tahun ajaran baru sudah dibagikan sejak 5 September.

"Buku sudah dicetak dan didistribusikan, jadi sampulnya tidak akan berubah sampai tahun depan," kata dia.

Sekolah negeri dan swasta diharuskan menggunakan buku pelajaran yang diterbitkan kementerian.

Sampul dan isi buku dapat berubah setiap beberapa tahun berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk masalah agama.

Terkait kasus terbaru ini, netizen Iran menuding adanya unsur diskriminasi gender. Beberapa netizen bahkan mengungkit seorang perempuan kelahiran Iran, Maryam Mirzakhani, yang memenangkan penghargaan internasional bergengsi di bidang matematika, Field Medal.

"Sosok ahli matematika paling bergengsi dalam beberapa dekade terakhir di Iran adalah seorang perempuan bernama Maryam Mirzakhani, kemudian Anda menghapus gadis-gadis dari sampul buku matematika," kata seorang netizen di Twitter.

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, pun ikut berkomentar. Dia membela netizen bahwa anak perempuan tidak boleh diabaikan.

Namun dia menegaskan, sampul buku mata pelajaran ilmu pengetahuan yang hanya berisi gambar ilustrasi tiga anak perempuan bukan bermaksud mendiskriminasi laki-laki.

Editor : Anton Suhartono