Iran Tembakkan 2 Rudal Balistik dari Bawah Tanah saat Latihan Perang

Anton Suhartono ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 14:09 WIB
Iran Tembakkan 2 Rudal Balistik dari Bawah Tanah saat Latihan Perang

Tayangan video menunjukkan rudal balistik Iran ditembakkan dari dalam tanah di tengah gurun dalam latihan perang Great Prophet 14 (Screengrab: Sepahnews via AP)

TEHERAN, iNews.id - Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal balistik bawah tanah dalam latihan perang Great Prophet 14 yang digelar di Selat Hormuz dan Bandar Abbas.

Latihan perang digelar sejak Selasa lalu dan berlangsung selama beberapa hari. Salah satu bagian penting dari latihan tersebut adalah penghancuran kapal induk tiruan Amerika Serikat USS Nimitz menggunakan rudal dan serangan jarak dekat.

Bagian lain dari latihan yang tak kalah menariknya adalah peluncuran rudal balistik dari bawah tanah yang dilakukan Rabu (29/7/2020). Dalam tayangan video tampak peluncuran rudal balistik dilakukan di dataran tinggi gurun pasir Iran.

Komandan divisi kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Amir Ali Hajizadeh, mengonfirmasi uji coba rudal bawah tanah tersebut.

"Kami telah meluncurkan rudal balistik dari kedalaman bumi untuk pertama kalinya. Ini berarti tidak menggunakan landasan peluncuran konvensional, rudal yang terkubur tiba-tiba keluar dari bumi dan mengenai target dengan tepat," kata Hajizadeh, dalam kepada stasiun televisi pemerintah, dikutip dari Associated Press, Kamis (30/7/2020).

Rekaman drone menunjukkan dua rudal meluncur dari lokasi tertutup di tengah gurun. Garda Revolusi tidak menyebutkan lokasi peluncuran termasuk jenis rudal yang ditembakkan. Meski demikian, perkembangan tekonologi saat ini dapat dengan mudah mendeteksi posisinya.

Pakar rudal Open Nucelar Network yang berbasis di Austria, Mellisa Hanham, mengatakan, Iran ingin menunjukkan kemampuan pertahanan program rudalnya.

“Apa yang mereka coba lakukan adalah meningkatkan daya tahan kekuatan rudal. Dengan membangun skema terowongan yang rumit ini, mereka berusaha meningkatkan kemampuan pertahanan (bagi rudal)," kata Hanham.

Pengamat lain dari Institut Internasional untuk Studi Strategis Michael Elleman mengatakan, teknologi Iran sebenarnya mampu mengoperasikan rudal di dalam tabung yang kuat tanpa perlu mengandalkan fasilitas bawah tanah. Propelan berbahan bakar padat memungkinkan rudal tersebut dikubur selama bertahun-tahun.

"Sepertinya rudal tersebut dapat diluncurkan dari jarak jauh, tanpa harus ada kru di lokasi. Mungkin juga kru peluncuran ada di dekatnya," ujarnya.

Lepas dari itu, dia yakin Amerika Serikat sudah mengetahui di mana rudal itu ditanam. Dengan demikian tujuan utama Iran membuat fasilitas peluncuran rudal bawah tanah bisa menjadi sia-sia.

"Mungkin tidak semuanya, tetapi sebagian besar. Jika demikian, mereka rentan terhadap serangan sebelum peluncuran saat krisis terjadi," kata Elleman.

Latihan perang Great Prophet 14 juga mengirim pesan ke Amerika Serikat. Dalam latihan pada Rabu, tayangan menunjukkan rudal mengenai target sistem pertahanan rudal AS yang dikenal sebagai Terminal High-Altitude Area Defense atau THAAD.

Editor : Anton Suhartono