Microsoft: Serangan Siber dari Rusia, China, dan Iran Sasar Pemilu AS

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 11 September 2020 - 07:30 WIB
Microsoft: Serangan Siber dari Rusia, China, dan Iran Sasar Pemilu AS

Kampanye Pilpres Donald Trump di Freeland, Michigan, Kamis (10/9/2020). (Foto: AFP)

REDMON, iNews.id – Raksasa komputer Microsoft mengklaim telah menggagalkan serangan dunia maya baru-baru ini yang berasal dari China, Rusia, dan Iran. Serangan itu menargetkan kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) AS pada Partai Republik dan Partai Demokrat.

Menurut pernyataan dari pihak Microsoft, Kamis (10/9/2020) waktu Amerika, perusahaan teknologi yang didirikan Bill Gates itu berusaha keras untuk melindungi keamanan Pilpres AS yang akan digelar kurang dari dua bulan lagi.

Sementara, Twitter mengumumkan akan menerapkan kebijakan baru mulai pekan depan untuk menghapus informasi palsu atau menyesatkan yang dimaksudkan untuk merusak kepercayaan publik dalam pemilu di AS. Jenis informasi yang bakal dihapus itu termasuk klaim kemenangan yang belum diverifikasi.

Google juga menyatakan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan fitur pencarian auto complete-nya (lengkapi otomatis) mampu menghindari semua bentuk klaim-klaim palsu atau yang menyesatkan.

Dalam sebuah blog keamanan, Microsoft menyatakan bahwa para penyerang siber telah menargetkan staf tim kampanye Presiden Donald Trump serta pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

“Dalam beberapa pekan terakhir, Microsoft telah mendeteksi serangan dunia maya yang menargetkan orang dan organisasi yang terlibat dalam pemilihan presiden mendatang, termasuk serangan yang gagal terhadap orang-orang yang terkait dengan kampanye Trump dan Biden,” kata Wakil Presiden Perusahaan Microsoft, Tom Burt, dikutip AFP, Jumat (11/9/2020).

“Kegiatan yang kami umumkan hari ini memperjelas bahwa sejumlah kelompok kegiatan asing telah meningkatkan upaya mereka menargetkan Pemilu (AS) 2020 seperti yang telah diantisipasi, dan konsisten dengan apa yang telah dilaporkan oleh Pemerintah AS dan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Burt, para peretas alias cracker itu juga aktif melawan operasi politik, lembaga pemikir (think tank), konsultan, dan partai politik di Eropa. Beberapa penyerang dunia maya itu diindentifikasi sebagai kelompok yang berbasis di Rusia bernama Strontium yang menurut Burt telah menyerang lebih dari 200 organisasi di AS.

Selanjutnya, ada lagi kelompok Zirkonium yang berbasis di China, yang dia sebut telah menyerang orang-orang terkenal yang terkait dengan Pemilu AS, termasuk orang-orang yang terkait dengan tim kampanye Joe Biden serta para pemimpin terkemuka dalam komunitas urusan internasional.

Sementara, grup cracker yang berbasis di Iran yang dijuluki Fosfor, kata Burt, telah menyasar akun pribadi orang-orang yang terkait dengan kampanye Trump. “Mayoritas serangan ini terdeteksi dan dihentikan oleh alat keamanan yang terpasang di produk kami,” klaim Burt.

“Kami telah memberi tahu secara langsung mereka yang menjadi sasaran atau disusupi (oleh serangan-serangan itu), sehingga mereka dapat mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka sendiri,” ucap Burt lagi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil