Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia, Joe Biden: Pria dengan Visi Luar Biasa
MOSKOW, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin terakhir Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Dia memuji Gorbachev sebagai orang dengan visi yang luar biasa.
Gorbachev meninggal di Moskow, Selasa (30/8/2022), pada usia 91 tahun setelah lama berjuang melawan penyakit.
"Mikhail Gorbachev adalah seorang pria dengan visi luar biasa. Saat dia berkuasa, Perang Dingin telah berlangsung selama hampir 40 tahun dan komunisme lebih lama lagi, dengan dampak yang menghancurkan. Tak banyak pejabat tinggi Soviet kala itu memiliki keberanian untuk menyatakan perlu ada tindakan untuk perubahan. Sebagai anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, saya melihat dia melakukan itu dan banyak hal lainnya," kata Biden, dikutip dari Sputnik.
Biden juga memuji Gorbachev atas perannya untuk memangkas persenjataan nuklir, saat itu bersama Presiden Ronald Reagan. Hasil dari perjuangannya itu adalah memenuhi keinginan penduduk dunia untuk diakhirinya perlombaan senjata nuklir antara AS dan Soviet.
Joe Biden: Sebagai Panglima Tertinggi Militer, Presiden AS Boleh Bawa Pulang Dokumen Rahasia
"Sebagai pemimpin Uni Soviet, dia bersama Presiden Reagan berupaya mengurangi persenjataan nuklir kedua negara, untuk membuat lega penduduk seluruh dunia yang berdoa untuk diakhirinya perlombaan senjata nuklir," kata Biden.
Gorbachev juga sosok yang berjasa mengubah wajah Soviet hingga melakukan reformasi demokrasi. Dia percaya bahwa glasnost dan perestroika, keterbukaan dan restrukturisasi, bukan sekadar slogan, tapi sebagai jalan bagi rakyat Uni Soviet ke depannya.
Joe Biden: Masa Depan Rakyat China Sangat Tidak Pasti!
Hasilnya, lanjut Biden, dunia yang lebih aman serta kebebasan lebih luas bagi jutaan rakyatnya.
"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan-rekannya serta kepada semua orang di mana pun yang mendapat manfaat dari keyakinannya untuk dunia yang lebih baik," kata Biden.
Joe Biden Ingin Seret Saudi Lawan Rusia, Menlu Lavrov Singgung Dukungan Soviet ke Riyadh
Editor: Anton Suhartono