Mikheil Kavelashvili, Mantan Pemain Manchester City Terpilih sebagai Presiden Georgia
Terpilihnya Kavelashvili memupus keinginan sebagian rakyat Georgia agar negaranya bisa bergabung dengan Uni Eropa yang tentu saja bagian dari Barat.
Seorang demonstran, Vezi Kokhodze, menggambarkan pemungutan suara itu sebagai pengkhianatan terhadap keinginan warga Georgia untuk berintegrasi dengan Barat.
"Pemilihan umum hari ini merupakan keinginan yang jelas dari sistem untuk membawa Georgia kembali ke akar Soviet," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.
Presiden Georgia dipilih oleh dewan elektoral yang terdiri atas anggota parlemen dan perwakilan pemerintah daerah. Dari 225 elektor yang hadir, 224 memilih Kavelashvili. Dia merupakan kandidat tunggal dalam pemilihan itu.
Seluruh partai oposisi tak menggunakan hak suara karena memboikot parlemen sejak pemilihan umum Oktober. Hasil pemilu memberikan suara hampir 54 persen kepada Partai Mimpi Georgia. Kubu oposisi menilai pemilu dipenuhi kecurangan.
Sementara itu presiden yang akan lengser, Salome Zourabichvili, memosisikan dirinya sebagai pemimpin gerakan protes. Dia menegaskan tetap menjabat presiden meski masa jabatannya berakhir. Dia menganggap parlemen yang dibentuk tidak sah karena hasil dari kecurangan pemilu.
Partai-partai oposisi mengatakan akan terus menganggap Zourabichvili sebagai presiden yang sah, bahkan setelah Kavelashvili dilantik pada 29 Desember mendatang.
Editor: Anton Suhartono