Militer Israel Akan Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Tangkapi Aktivis Internasional
ANKARA, iNews.id - Israel dipastikan akan menghadang konvoi kapal bantuan kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla yang kini semakin mendekati perairan Jalur Gaza. Ratusan aktivis dari 45 negara yang berada di atas puluhan kapal itu berisiko tinggi ditangkap ketika Angkatan Laut (AL) Israel melakukan intersepsi.
Menurut penyelenggara, Selasa (30/9/2025), armada flotilla hanya berjarak 278 km dari pantai Gaza dan diperkirakan tiba pada Rabu (1/10/2025) atau Kamis. Kapal-kapal tersebut memasuki zona berbahaya sejak Selasa malam, bertekad mendobrak blokade Israel yang sudah berlangsung 18 tahun.
Global Sumud Flotilla sebelumnya mengeluarkan peringatan darurat dengan meminta perhatian internasional.
“Keselamatan kami bergantung pada pengawasan dunia,” demikian pernyataan yang dikutip Anadolu.
Para aktivis menegaskan bahwa setiap serangan terhadap flotilla sama artinya dengan serangan terhadap Palestina. Mereka menyerukan solidaritas global agar publik dunia menekan Israel memberikan jalur aman bagi misi kemanusiaan ini.
Namun, stasiun televisi Israel KAN melaporkan, armada telah memasuki zona intersepsi militer Israel. Otoritas Israel berencana menyita kapal-kapal tersebut kemudian menangkap dan memindahkan para aktivis ke kapal perang besar.
Sementara itu kapal-kapal misi kemanusiaan akan ditarik ke pelabuhan Ashdod.
Israel menegaskan tidak akan mengizinkan armada Global Sumud Flotilla mencapai Gaza.
Reaksi Internasional
Langkah Israel ini langsung memicu keprihatinan internasional. PBB melalui juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyerukan semua pihak menahan diri. “Setiap upaya kemanusiaan seharusnya dilindungi, bukan dihadang,” ujarnya.
Pemerintah Turki, yang banyak warganya terlibat dalam misi flotilla, memperingatkan Israel agar tidak melakukan tindakan represif.
“Menyerang kapal kemanusiaan adalah pelanggaran hukum internasional,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki dalam pernyataan resminya.
Sementara itu, sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International, mendesak Israel mengizinkan kapal masuk ke Gaza. Mereka menilai blokade selama 18 tahun telah memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Langkah Israel menghadang flotilla ini menjadi ujian baru bagi komunitas global, mengingat ini pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir puluhan kapal berlayar bersama menuju Gaza dengan misi solidaritas internasional.
Editor: Anton Suhartono