Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Delegasi Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Advertisement . Scroll to see content

Momen Delegasi RI Walk out saat PM Israel Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Jumat, 25 September 2026 - 11:38:00 WIB
Momen Delegasi RI Walk out saat PM Israel Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB
Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB (Screengrab: YouTube/PTRI New York)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (24/9/2026).

Selain Indonesia, delegasi dari 70 negara lebih lainnya ikut walk out dari ruang sidang. Beberapa delegasi lain, seperti Yordania dan Mesir, tak ada di meja, sebelum Netanyahu naik podium.

Momen saat delegasi RI meninggalkan meja ruang sidang terekam dan viral di media sosial.

Tampak dalam satu video, begitu pimpinan sidang mengumumkan bahwa Netanyahu akan menyampaikan pidato, para delegasi berdiri kemudian meninggalkan ruangan, menyebabkan antrean ke pintu keluar.

Bukan hanya berjalan keluar, para delegasi juga meneriaki dan mencemooh Netanyahu.

Pimpinan sidang pun dibuat sibuk, berkali-kali menyerukan agar semua delegasi menjaga ketertiban. 

Merasa kesal ditinggal banyak delegasi hingga ruang yang tadinya penuh berubah menjadi sepi, Netanyahu mengecam dan menyebut mereka sebagai pengecut.

"Jika ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang," kata Netanyahu, sambil terus dicemooh.

Dalam pidatonya, Netanyahu mengecam Turki, Iran, hingga Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menyebutnya dengan anti-Semit. Menurut dia, sejak Mamdani terpilih banyak orang Yahudi di kota metropolitan itu tidak merasa aman. 

Mamdani sebelumnya mengancam akan menegakkan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu pada 2024. ICC menuduh Netanyahu melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Lebih lanjut dia menuduh Turki mendukung kelompok Hamas seraya menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai tiran.

Netanyahu juga menggunakan istilah sangat keras terhadap Iran, menyebut negara itu sebagai diktator kejam. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut