Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah
Ketiga negara akan membentuk komite politik dan militer, serta melibatkan para menteri luar negeri, menteri pertahanan, pemimpin militer dan sebuah sekretariat yang akan berkedudukan di Arab Saudi.
Mereka juga berencana menggelar latihan perang bersama, meningkatkan pertukaran informasi intelijen, memperkuat koordinasi logistik, melakukan penilaian ancaman secara bersama-sama serta meningkatkan interoperabilitas militer.
Kerja sama industri pertahanan juga menjadi bagian penting dalam pakta tersebut. Ketiga negara akan membahas pemanfaatan teknologi militer yang dimiliki masing-masing untuk memperkuat kemampuan pertahanan bersama.
Apakah Benar-Benar Jadi 'NATO' Baru?
Meski mekanisme pertahanan kolektifnya memiliki kemiripan dengan NATO, Pakta Pertahanan Makkah tidak otomatis dapat disebut sebagai NATO versi Timur Tengah.
Perbedaannya antara lain terletak pada mekanisme respons. Bantuan tidak otomatis diberikan dalam bentuk pengerahan pasukan. Negara yang diserang harus meminta bantuan terlebih dahulu dan menentukan dukungan yang diperlukan.
Dengan demikian, pakta tersebut lebih tepat dipandang sebagai kerangka kerja sama pertahanan dan keamanan antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.
Meski demikian, keberadaan pakta ini berpotensi memperkuat koordinasi militer ketiga negara sekaligus menambah konfigurasi baru dalam peta keamanan kawasan.
Editor: Anton Suhartono